SENDAWAR, Prokopim-Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya ibadah sholat.

Sholat memiliki peran penting sebagai sarana memperteguh keimanan, menenangkan jiwa, serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan mampu hidup harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin melalui sambutannya yang dibacakan Asisten II Sekretariat Daerah Kubar, Ali Sadikin, pada Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang berlangsung di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kamis (15/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa sholat merupakan tiang agama yang tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga menjadi sumber ketenangan batin, pengendali perilaku, serta inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

“Melalui ibadah sholat yang terjaga dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran, kita diajarkan nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, damai, dan saling menghormati,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Kabupaten Kubar merupakan daerah yang majemuk dengan keberagaman suku, budaya, dan agama. Oleh karena itu, semangat toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan harus terus dirawat dan diperkuat demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan kondusif.

“Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, persaudaraan, serta kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,”tambahnya. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.