SENDAWAR, Prokopim-Misa Malam Paskah atau Sabtu Suci merupakan perayaan teragung dalam liturgi Katolik yang menandai kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, sebagai simbol peralihan dari kegelapan menuju terang kehidupan baru.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, pada Misa Malam Paskah di Paroki Santo Yohanes Penginjil Melapeh, Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu (4/4/2026).
Bupati menyampaikan bahwa perayaan Paskah menjadi momentum penting bagi umat untuk semakin meresapi makna pengorbanan Kristus sekaligus memperbarui semangat kehidupan dalam kasih dan pengharapan.
Melalui tema Paskah tahun ini “Rawat dan Sayangi Bumi, Rumah Kita Bersama”, masyarakat diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi iman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat kebangkitan Kristus hendaknya dimaknai sebagai momentum kebangkitan dan harapan baru bagi seluruh masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik serta lebih kontributif dalam mendukung pembangunan Kubar.
Selain itu, melalui momentum Paskah umat juga diingatkan untuk terus memperbarui iman, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Kubar.
Bupati menegaskan bahwa semangat Paskah harus menjadi landasan dalam bergotong royong membangun daerah agar semakin maju, sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat sesuai dengan visi pembangunan Kubar.
Melalui momentum Paskah ini pula, masyarakat diajak untuk terus menumbuhkan kasih, mempererat persaudaraan, serta bersama-sama merawat dan menyayangi bumi sebagai rumah bersama. (KP6)

