SENDAWAR, Prokopim-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat komitmen dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai pondasi utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Kubar Frederick Edwin, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kesehatan, Pendidikan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), serta isu strategis lainnya seperti stunting dan kemiskinan, di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Kantor Bupati Kubar, Barong Tongkok, Kamis (12/2/2026).

Bupati menyampaikan, salah satu indikator penting dalam mengukur kualitas SDM adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meski menunjukkan perkembangan di beberapa sektor, posisi IPM Kubar yang masih berada pada peringkat ke-8 dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur menjadi perhatian serius.

“Ini menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan SDM yang harus kita benahi secara bersama-sama melalui sinergi seluruh perangkat daerah,”tegas Bupati lagi.

Selain IPM, Bupati juga menyoroti tingkat kemiskinan yang meskipun mengalami penurunan bertahap, namun masih relatif tinggi dibandingkan daerah lain di Kaltim. Kondisi ini mencerminkan ketimpangan akses terhadap sumber daya ekonomi dan layanan dasar, khususnya di wilayah pedalaman dan kampung terpencil.

Di sektor ketenagakerjaan, data tahun 2024 mencatat TPT Kubar sebesar 5,58 persen dan menurun menjadi 5,21 persen pada 2025. Penurunan tersebut menunjukkan tren positif, namun tetap memerlukan upaya berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penguatan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan daerah.

Sementara itu, di bidang kesehatan, prevalensi stunting masih menjadi isu strategis yang harus ditangani secara terintegrasi. Pemkab Kubar telah menetapkan penurunan stunting sebagai bagian dari komitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dalam FGD tersebut, Bupati menekankan empat poin utama, yakni evaluasi efektivitas program, identifikasi tantangan dan kelemahan, penyusunan rekomendasi perbaikan yang selaras dengan prioritas nasional, serta penguatan sinergi dan koordinasi lintas sektor.

Bupati berharap forum ini mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang konkret, terarah, dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, menurunkan angka pengangguran terbuka, mempercepat penanganan stunting, serta mengurangi kemiskinan di Kubar. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.