SENDAWAR, Prokopim-Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin menegaskan pentingnya swasembada pangan daerah sebagai bagian dari strategi menghadapi dinamika geopolitik global yang menuntut kemandirian produksi pangan, khususnya beras untuk kebutuhan masyarakat Kubar.
Menurutnya, sejak pemekaran Kabupaten Kubar pada tahun 1999 silam, upaya peningkatan swasembada pangan terus dilakukan dan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat berdialog bersama para petani dan penyuluh pertanian seusai kegiatan panen padi sawah di kawasan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (26/3/2026).
Selain itu, Bupati juga menanggapi aspirasi petani terkait kondisi infrastruktur jalan menuju lokasi pertanian.“Kami akan memperhatikan dan mengupayakan perbaikan jalan di sekitar lokasi Rapak Oros agar kegiatan pertanian dapat berjalan lebih baik,”ujarnya.
Terkait keberadaan perkebunan kelapa sawit yang berpotensi bertumpang tindih dengan lahan persawahan, Bupati menegaskan bahwa lahan sawah harus tetap diprioritaskan sebagai kawasan produksi padi.
“Kami akan mencari dasar peraturan yang diperlukan sehingga dapat dikeluarkan surat imbauan agar lahan persawahan tetap difungsikan untuk menanam padi,”tegasnya.
Bupati juga menyampaikan pentingnya kembali mengaktifkan program bapak asuh petani sebagai salah satu upaya memperkuat pendampingan dan motivasi petani di lapangan.
Sementara itu, Wabup Kubar Nanang Adriani mengatakan bahwa semangat petani sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga hasil pertanian di pasaran.
“Contohnya seperti usaha sarang burung walet dan kelapa sawit. Ketika harga baik, masyarakat akan bersemangat mengembangkan usaha tersebut. Itu merupakan hukum ekonomi,”jelasnya.
Wabup juga menekankan pentingnya percepatan finalisasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) agar lahan sawah yang telah ditetapkan tidak kembali beralih fungsi ke komoditas lain.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa sekaligus strategi bertahan di tengah ketidakpastian global, dengan fokus utama pada swasembada beras.
Wabup juga mengapresiasi hasil kegiatan kaji terap pertanian yang telah dilaksanakan Dinas Pertanian bersama para penyuluh, dengan produktivitas mencapai sekitar 4,8 ton per hektare. Ia turut mengingatkan para penyuluh pertanian agar terus aktif mendampingi petani di lapangan.
“Walaupun status kepegawaiannya di pusat, tetapi obyek kerjanya tetap di Kubar. Penyuluh harus terus berkomunikasi dan mendampingi petani,”ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa harga gabah di wilayah Kecamatan Bongan saat ini telah mencapai sekitar Rp6.500 per kilogram, yang dinilai cukup baik untuk mendorong semangat petani meningkatkan produksi.
“Dalam sektor pertanian, kuncinya ada pada harga. Jika harga baik, maka petani pasti semakin bersemangat,”pungkasnya. (KP6)

