SENDAWAR, Prokopim-Upaya penguatan pengelolaan lingkungan hidup terus digencarkan di berbagai daerah sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 tentang Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan dalam arahannya, saat kegiatan Bakti Lingkungan/Pelaksanaan Korvei Aksi Bersih Sampah di Alun-Alun Itho, Barong Tongkok, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, TNI, Polri, sektor swasta, akademisi, hingga komunitas masyarakat menjadi kunci dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.“Budaya gotong royong harus kita pupuk kembali. Kita harus bersama-sama menjaga kebersihan fasilitas umum, saluran air, hingga kawasan pesisir sungai,”ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya penerapan prinsip 3R/5R dalam pengelolaan sampah, yakni Reduce, Reuse, Recycle, serta Replace dan Replant. Edukasi pemilahan sampah sejak dari sumber dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan volume limbah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.
Bupati juga mendorong pengembangan Bank Sampah Unit (BSU) di seluruh perangkat daerah, instansi, satuan pendidikan, pemerintah kecamatan dan kampung, lembaga adat, komunitas, serta masyarakat luas.
Pengelolaan sampah berbasis bank sampah, menurutnya, tidak hanya berdampak pada pengurangan timbulan sampah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa aksi bersih-bersih harus menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.“Aksi bersih-bersih harus menjadi kultur dan gaya hidup masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,”tegas Bupati.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (KP6)

