SENDAWAR – Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin bersama istri, Christina Maria Mozes, menghadiri langsung perayaan Misa Kamis Putih di Gereja Santo Markus Melak, Kecamatan Melak, Kamis (2/4/2026) malam.
Kehadiran orang nomor satu di Kubar tersebut disambut hangat oleh Pastor Paroki Santo Markus Melak, beserta para dewan pastoral, tokoh umat, dan ratusan umat Katolik yang mengikuti ibadah dengan penuh khidmat.
Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin mengajak seluruh umat untuk senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat dan penyertaan-Nya sehingga dapat berkumpul dalam suasana Misa Kamis Putih yang penuh makna.
Ia menekankan bahwa perayaan Kamis Putih mengandung nilai keteladanan yang sangat penting, khususnya tentang kerendahan hati dan semangat melayani, sebagaimana dicontohkan oleh Yesus Kristus saat membasuh kaki para murid.
“Momentum ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua, baik sebagai pemerintah maupun masyarakat, untuk terus mengedepankan sikap rendah hati dan saling melayani dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan komitmen Pemkab Kubar dalam melanjutkan pembangunan di berbagai sektor, seperti peningkatan infrastruktur jalan, penyediaan akses air bersih, serta penguatan digitalisasi hingga ke tingkat kampung.
Tak hanya itu, Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kutai Barat.
“Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang harmonis, saling menghormati dan menghargai perbedaan, sehingga daerah kita tetap aman, damai, dan kondusif,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Paskah Tahun 2026 kepada seluruh umat Kristiani.
Perayaan Misa Kamis Putih berlangsung dengan penuh kekhusyukan, ditandai dengan rangkaian liturgi yang sarat makna, serta diikuti dengan antusias oleh umat yang hadir.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, toleransi, serta persatuan di Kabupaten Kutai Barat,”Tutupnya.(Kp 17)

