SAMARINDA, Prokopim-Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) terkait Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 serta Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 dinilai sangat tepat waktu. Pasalnya, saat ini telah memasuki minggu keempat Januari 2026, di mana roda pelaksanaan anggaran mulai berjalan.

Pada fase awal tersebut, diperlukan kesamaan pandangan, pemahaman yang utuh, serta koordinasi yang kuat agar seluruh proses pengelolaan keuangan daerah dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, saat membuka FGD, di Grand Ballroom Crystal Lantai 5, Hotel Mercure Samarinda, Jumat (30/1/2026).

FGD ini turut dihadiri Wabup Kubar Nanang Adriani, Sekkab Ayonius, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta pejabat eselon, fungsional, dan pelaksana di lingkungan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Hadir pula sebagai narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, yakni Simon Saimima selaku Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah via zoom metting, serta Boyke Martz Siagian Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda.

Bupati Frederick menegaskan bahwa FGD memiliki peran strategis sebagai wadah diskusi, pertukaran gagasan serta penyamaan persepsi antar pemangku kepentingan, khususnya dalam merumuskan kebijakan dan langkah-langkah yang tepat dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Saya berharap hasil dari FGD ini tidak hanya menjadi bahan diskusi semata, tetapi benar-benar dapat dirumuskan menjadi rekomendasi yang konstruktif. Rekomendasi tersebut hendaknya menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan, perumusan kebijakan, serta pengelolaan keuangan daerah ke depan,”ujarnya.

Menurutnya, melalui rekomendasi yang dihasilkan, program dan kegiatan pemerintah daerah diharapkan semakin tepat sasaran serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kubar.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Frederick juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan FGD ini.

“Semoga FGD ini berjalan lancar, memberikan hasil yang optimal, serta menjadi semangat baru dalam membangun Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKAD Kubar Petrus menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan menyamakan persepsi, baik bagi TAPD maupun aparatur BKAD. Dengan demikian, proses penyusunan, pembahasan, dan penetapan APBD, serta pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBD dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

“Tujuan akhirnya adalah terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, manfaat bagi masyarakat, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan,”tutupnya. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.