KUTAI BARAT, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Misa dan Perayaan Natal Oikoumene Se-Kabupaten Kutai Barat Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Gereja Katolik Center St. Thomas Aquinas, Selasa (30/12/2025) sore. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan umat Kristiani lintas gereja dan denominasi di wilayah Kutai Barat.
Perayaan Natal Oikoumene tersebut dihadiri oleh Yang Mulia Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, Uskup Keuskupan Agung Samarinda, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta umat Kristiani dari seluruh penjuru Kabupaten Kutai Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Natal Oikoumene yang penuh sukacita dan kebersamaan. Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pimpinan gereja, pastor, pendeta, serta umat Kristiani yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Perayaan Natal ini merupakan momentum rohani yang sangat bermakna untuk merenungkan kasih Allah yang hadir bagi umat manusia melalui kelahiran Yesus Kristus,” ujar Bupati.
Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), Bupati menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan iman, karakter, dan nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, keluarga adalah sekolah iman pertama yang menanamkan kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat melayani.
Bupati juga mengajak umat Kristiani untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki arti penting apabila dilakukan dengan ketulusan dan semangat kebersamaan.
“Gereja bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan iman, karakter, dan lahirnya gagasan-gagasan yang berdampak positif bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Dalam konteks keberagaman Kabupaten Kutai Barat, Bupati mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus menjaga toleransi, memperkuat persatuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, budaya, dan agama merupakan anugerah yang harus dirawat bersama.
Perayaan Natal Oikoumene ini, lanjut Bupati, menjadi simbol nyata persatuan dalam keberagaman. Kebersamaan lintas gereja menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk terus mendukung kehidupan keagamaan yang rukun dan harmonis. Ia berharap perayaan Natal Oikoumene ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan sempekat, bersama kita pasti bisa. Semoga damai Natal senantiasa hadir dalam setiap keluarga dan menuntun kita membangun Kabupaten Kutai Barat yang sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” pungkasnya.(KP17/36)

