SENDAWAR, Prokopim-Pemkab Kutai Barat (Kubar) bersama Perum Bulog meninjau langsung lokasi rencana pembangunan gudang Bulog, di RT 3 Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (4/4/2026). Peninjauan ini menjadi langkah awal percepatan realisasi pembangunan infrastruktur strategis guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Peninjauan dilakukan oleh Pj. Sekkab Kubar Kamius Junaidi bersama Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto didampingi Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara Musazdin Said, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kubar Rion, serta Kabid Perdagangan Disdagkop UKM Kubar Oktarinus.

Pj. Sekkab Kubar Kamius Junaidi menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik lahan, aksesibilitas transportasi, serta potensi pengembangan kawasan di masa mendatang. Pemerintah daerah berharap pembangunan gudang Bulog di Kampung Ngenyan Asa dapat segera terealisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kubar.

“Pembangunan gudang Bulog merupakan kebutuhan penting bagi daerah. Gudang ini nantinya akan menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama saat terjadi lonjakan kebutuhan atau gangguan distribusi,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Kubar yang telah menghibahkan lahan seluas 1,3 hektare untuk pembangunan kompleks pergudangan Bulog dengan kapasitas sekitar 1.000 ton pada tahun 2026.

Ia menjelaskan, kompleks pergudangan tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas gudang utama, kantor kepala gudang, serta sarana pendukung lainnya sebagai bagian dari program pembangunan 100 lokasi infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia sesuai arahan Presiden RI.

Sebelum pembangunan gudang permanen dimulai, Pemkab Kubar juga menyiapkan gudang sementara yang sebelumnya digunakan untuk penyimpanan beras raskin. Gudang tersebut direncanakan direhabilitasi pada April 2026 agar dapat difungsikan menampung sekitar 200 ton beras.

“Gudang sementara ini selain untuk kebutuhan stabilisasi pangan di Kubar juga direncanakan membantu stabilisasi pasokan di Kabupaten Mahakam Ulu,”jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, pembangunan gudang Bulog memiliki standar spesifikasi teknis yang cukup tinggi, termasuk sistem pengendalian kelembaban dan ventilasi udara guna menjaga kualitas beras dalam jangka waktu penyimpanan yang panjang.

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti akses jalan menuju lokasi pergudangan juga harus memenuhi standar kelas I dengan lebar minimal 8 meter.

Perum Bulog juga berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam pembangunan akses jalan menuju kawasan pergudangan guna memperlancar distribusi logistik kepada masyarakat.

Tidak hanya untuk penyimpanan beras, gudang tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai fasilitas penyimpanan minyak goreng dalam rangka mendukung stabilisasi harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

Pembangunan gudang Bulog ini menjadi bukti komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.