Sendawar (23/01) Infrastruktur menjadi salah satu pilar utama yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan tidak hanya itu akan menjadi peluang untuk membuka akses terhadap pelayanan public pengembangan wilayah dan meningkatkan daya saing nasional ditingkat global. Menyadari akan pentingnya infrastruktur dalam pembangunan daerah, Frederick Edwin selaku kepala daerah Kutai Barat bersama Ketua DPRD Kutai Barat menyambangi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Kalimantan Timur. Dalam lawatan ini orang nomor satu Kutai Barat ini mengucapkan terimakasih kepada Kepala B2PJN atas perkenannya boleh menerima kunjungan ini. Ia menyampaikan maksud dan tujuannya bertemu dan bersilahturahmi untuk mendorong percepatan pelayanan publik dibidang infrastruktur diwilayah Kabupaten Kutai Barat. Hal ini dianggap urgen karena beberapa ruas jalan nasional seperti ruas jalan Barong Tongkok Mentiwan kemudian Simpang Blusuh-SP 3 Damai – Barong Tongkok dan Mentiwan Sendawar mengalami kerusakan yang cukup parah dan mengganggu. Dan tidak hanya itu kondisi demikian juga mengancam keamanan pengguna jalan. Sebagai informasi yang perlu diketahui bahwa dalam wilayah Kabupaten Kutai Barat ini jalan nasional sepanjang 301,98 km. Guna percepatan percepatan penanganan Jalan Nasional dalam perkotaan Sendawar dan sekitarnya Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengusulkan menggunakkan anggaran dari APBD Kutai Barat. Kunjungan dan maksud dari kunjungan tersebut disambut hangat dan ditanggapi dengan baik serta positif oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim). Hal ini dinyatakan dalam tanggapan atas rencana kegiatan oleh APBD Kutai Barat 2026-2028 pada jalan nasional ruas jalan Barong Tongkok-Mentiwan (Sendawar). Melalui surat tertulis Kepala BBPJN memberi tanggapannya mengakomodir usulan penanganan menggunakan dana APBD Kabupaten Kutai Barat dimana pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan spesifikasi jalan nasional yang diimplementasikan dalam Detail Engineering Design (DED), Engineer Estimate (EE) serta melibatkan pengawasan dari BBPJN Kalimantan Timur. Harapannya adalah kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga peningkatan infrastruktur demi pemenuhan kebutuhan layanan public dapat dilaksanakan dengan optimal. (HMS01)

