SENDAWAR, Prokopim-Pemkab Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah (PD) dalam upaya percepatan penurunan angka kemiskinan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Percepatan Penurunan Kemiskinan Tahun 2026, di Ruang Rapat Diklat Lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Barong Tongkok, Senin (6/4/2026).
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan strategi bersama dalam menurunkan angka kemiskinan di daerah.
Bupati menjelaskan terdapat beberapa tujuan utama pelaksanaan rakor, yakni pemaparan kondisi eksisting kemiskinan tahun 2025, sinkronisasi program intervensi kemiskinan, evaluasi kinerja intervensi tahun 2025 serta penyepakatan strategi penanggulangan kemiskinan tahun 2026.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyepakati sasaran penerima manfaat program tahun 2026 serta menetapkan target bersama agar angka kemiskinan dapat ditekan sesuai target RPJMD.
Saat ini, angka kemiskinan di Kubar masih berada pada posisi kedua di Kaltim, yakni sebesar 8,72 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 5 persen pada akhir periode RPJMD.
Menurut Bupati, masih tingginya angka kemiskinan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan yang belum merata, pertumbuhan ekonomi yang belum inklusif, tata kelola yang perlu diperkuat, lemahnya monitoring program, serta belum optimalnya ketepatan sasaran bantuan.
Melalui rakor ini, Bupati berharap koordinasi lintas PD dan seluruh pemangku kepentingan semakin diperkuat, khususnya dalam peningkatan akurasi data kemiskinan, optimalisasi program bantuan agar tepat sasaran, serta penguatan monitoring dan evaluasi kebijakan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Plt. Kepala Bappedalitbang Kubar Sulhendi menyampaikan bahwa percepatan penurunan kemiskinan daerah mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Ia menjelaskan, Bappedalitbang telah melakukan langkah percepatan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dengan fokus intervensi pada data DTSEN Desil 1 Tahun 2025 sebanyak 16.361 individu atau 5.758 kepala keluarga yang tersebar di 16 kecamatan.
Melalui rakor ini diharapkan seluruh perangkat daerah semakin memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam menurunkan angka kemiskinan secara terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan di Kubar. (KP6)

