SENDAWAR, Prokopim-Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin menegaskan bahwa peran TP-PKK, Bunda PAUD dan Posyandu merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, penguatan sinergi kelembagaan melalui koordinasi dan penyatuan arah gerak organisasi di semua tingkatan sangat diperlukan.
Hal tersebut disampaikan Bupati, pada Pelantikan dan Pengukuhan Ketua TP-PKK Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan Kelurahan serta Bunda PAUD Kecamatan se-Kubar, di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Barong Tongkok Kamis (2/4/2026).
Bupati menekankan TP-PKK sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, khususnya dalam percepatan penurunan stunting serta peningkatan ekonomi kreatif keluarga melalui kelompok Dasawisma dan program pemberdayaan lainnya.
Selain itu, peran Bunda PAUD dinilai sangat krusial dalam memastikan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan merata sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi emas Kutai Barat sejak dini. Sementara Posyandu bukan sekadar tempat penimbangan balita, tetapi menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dasar masyarakat hingga ke tingkat kampung.
Bupati juga mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik agar mampu bekerja secara solid, menjaga kekompakan serta membangun kolaborasi agar seluruh program berjalan selaras, efektif dan tepat sasaran.
“Saya percaya dengan semangat kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas, ibu-ibu pengurus yang baru dilantik mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan Kubar,”tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK sekaligus Dewan Pembina Posyandu dan Bunda PAUD Kubar, Maria Christina Mozes Edwin menyampaikan bahwa PKK, Posyandu dan Bunda PAUD merupakan lembaga kemasyarakatan yang memiliki peran vital dan strategis dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, tangguh dan berkualitas.
Ia menegaskan kepada para ketua yang baru dilantik agar menjadikan amanah tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat peran kepemimpinan di wilayah masing-masing. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya tertib administrasi, penguatan kelembagaan berjenjang, peningkatan koordinasi serta dukungan para camat dan perangkat daerah guna menunjang optimalisasi pelaksanaan program di lapangan.
“Kami menyadari masih banyak keterbatasan, sehingga diperlukan kemitraan, kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal,”pungkasnya. (KP6)

