KUTAI BARAT, PROKOPIM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Wilayah Perbatasan Tahun 2026 di wilayah Kodim 0912/Kutai Barat resmi ditutup melalui upacara yang digelar di Lapangan Sepak Bola Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Rabu (11/3/2026).
Upacara penutupan dipimpin langsung Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, unsur Forkopimda, pejabat TNI–Polri, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program TMMD.
Menurutnya, kolaborasi tersebut memiliki peran penting dalam mendorong percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Dalam amanat Pangdam VI/Mulawarman yang dibacakan oleh Danrem 091/ASN disampaikan bahwa TMMD merupakan operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara lintas sektoral dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga terkait, serta masyarakat.
Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan di daerah, terutama wilayah pedesaan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Melalui TMMD ini diharapkan terwujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa sebagai fondasi utama kekuatan bangsa,” ujar Danrem saat membacakan amanat Pangdam.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 0912/KBR Letkol Inf Doni Fransisco menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan TMMD yang berlangsung selama kurang lebih 30 hari di Kampung Linggang Amer, Kampung Tering Lama, dan Kampung Tering Lama Ulu dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar.
Ia menuturkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, pemerintah kampung, tokoh adat, serta masyarakat yang turut bergotong royong selama proses pembangunan berlangsung.
“Seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik berkat dukungan dan kebersamaan seluruh pihak. Partisipasi masyarakat sangat membantu Satgas TMMD dalam menyelesaikan setiap sasaran yang telah direncanakan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD kali ini adalah pembangunan semenisasi jalan di Kampung Linggang Amer sepanjang 475 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
“Dengan kondisi jalan yang semakin baik, aktivitas masyarakat akan semakin lancar sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan warga,” jelasnya.
Selain pembangunan jalan, Satgas TMMD juga melaksanakan pembangunan satu unit rumah layak huni bagi warga Kampung Linggang Amer, Irwanto, yang sebelumnya tinggal di rumah yang tidak layak.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang lebih layak.
Selain itu, berbagai sasaran fisik lainnya juga berhasil diselesaikan, di antaranya pembangunan badan jalan sepanjang 3.500 meter, pembangunan satu unit jembatan kayu, pembangunan delapan unit MCK, pembuatan sepuluh unit sumur bor, rehabilitasi enam unit rumah tidak layak huni, pembukaan lahan pangan seluas satu hektare, serta penanaman 500 batang pohon.
Tak hanya pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga diisi dengan berbagai program nonfisik seperti penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan keluarga berencana dan pencegahan stunting, penyuluhan kamtibmas dan bahaya narkoba, serta penyuluhan pertanian bagi masyarakat.
Selain itu, Satgas TMMD juga memberikan sosialisasi kepada pelajar SMA dan SMK untuk menumbuhkan minat generasi muda di Kutai Barat agar tertarik bergabung menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.
(KP36)

