SENDAWAR, Prokopim-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan bahwa menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap bahan pokok dan bahan pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga di pasaran.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang membahas stok dan harga bahan pokok, pangan, transportasi serta BBM menjelang Lebaran, di Ruang Rapat Diklat Lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Barong Tongkok, Kamis (12/3/2026).

Bupati menjelaskan, berdasarkan data yang ada, inflasi tahunan Kaltim pada 2025 lalu, tercatat sebesar 2,68 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 2,92 persen.

Sementara itu, inflasi Year on Year (y-o-y) pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,64 persen, yang juga masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 4,76 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi di daerah masih berada dalam kondisi yang cukup baik, namun tetap memerlukan koordinasi dan langkah antisipatif agar stabilitas harga dapat terus terjaga.

Melalui High Level Meeting TPID ini, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan membahas berbagai langkah strategis pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, pasokan bahan pokok tetap tersedia, distribusi barang berjalan lancar hingga ke seluruh wilayah, serta informasi terkait kondisi harga dan stok dapat tersampaikan secara transparan kepada masyarakat.

Selain itu, forum ini juga menjadi sarana koordinasi lintas sektor untuk mengevaluasi berbagai langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan oleh TPID bersama seluruh stakeholder terkait.

Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain melaksanakan pertemuan dan pembahasan upaya-upaya pengendalian inflasi di Kubar, memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Melalui langkah tersebut, diharapkan Pemkab Kubar mampu menjaga harga bahan pokok dan bahan pangan tetap stabil serta memastikan ketersediaan stok yang mencukupi, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026.

Bupati juga menegaskan bahwa masyarakat Kubar menjadi penerima manfaat utama dari berbagai kebijakan pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama TPID.

“Oleh karena itu, saya berharap seluruh anggota TPID dan stakeholder terkait dapat terus meningkatkan koordinasi, memperkuat sinergi serta melaksanakan langkah-langkah strategis guna menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok dan bahan pangan di daerah kita,”ujar Frederick Edwin.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam forum tersebut agar dapat menghasilkan rumusan dan langkah strategis yang nyata bagi Kubar dalam menjaga stabilitas harga serta pengendalian inflasi daerah.

Melalui sinergi dan kerja sama yang kuat, pemerintah berharap berbagai potensi yang ada di daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat perekonomian sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.