SAMARINDA, PROKOPIM – Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar), H. Nanang Adriani, menghadiri launching bersama pembukaan Program Studi Spesialis (Sp-1) Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang digelar di Kampus Universitas Mulawarman, Samarinda, Kamis (12/2/2026) pagi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Wabup Nanang Adriani menyampaikan rasa senang sekaligus dukungan penuh atas dibukanya program pendidikan dokter spesialis tersebut. Menurutnya, kehadiran prodi spesialis ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di daerah.
“Kami sangat menyambut baik dibukanya program dokter spesialis ini. Ini merupakan peluang besar bagi daerah, termasuk Kutai Barat, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkab Kubar akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti peluang tersebut. Salah satu langkah yang akan diupayakan adalah mendorong dokter umum asal Kutai Barat untuk melanjutkan pendidikan spesialis.
“Kami akan koordinasi secepatnya dengan Dinkes dan OPD terkait, agar dokter umum yang ada bisa melanjutkan pendidikan mengambil spesialis. Harapannya, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dapat kembali dan mengabdi di Kutai Barat,” tegasnya.
Selain itu, Wabup juga berharap putra-putri daerah Kutai Barat dapat mempersiapkan diri sejak dini untuk menempuh pendidikan di bidang kedokteran. Ia mengingatkan bahwa persaingan masuk fakultas kedokteran saat ini sangat ketat sehingga dibutuhkan kesiapan akademik dan mental yang matang.
“Kita harus siapkan diri. Sekarang persaingan sangat ketat. Anak-anak kita harus benar-benar mempersiapkan kemampuan dan semangat belajar agar bisa bersaing,” katanya.
Wabup Nanang juga mengakui masih adanya kendala biaya pendidikan yang kerap menjadi hambatan bagi generasi muda berprestasi. Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan solusi melalui program beasiswa, baik dari Pemkab Kutai Barat maupun melalui dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk program Gratispol.
“Memang ada persoalan, terkadang ada anak yang pintar tetapi terkendala biaya. Ini yang harus kita carikan solusi. Pemerintah siap mendukung melalui beasiswa, baik dari kabupaten maupun provinsi,” pungkasnya.
Dengan dibukanya program studi spesialis ini, diharapkan kebutuhan dokter spesialis di daerah, termasuk di Kutai Barat, dapat terpenuhi secara bertahap sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal dan merata.(KP36)

