KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Lambannya penyerapan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menyebabkan masih adanya dana pemerintah sebesar Rp 3,2 triliun yang belum terserap.
Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, mendorong percepatan penyerapan anggaran daerah. Dia menekankan kedisiplinan OPD menjadi kunci agar anggaran segera terserap dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
“Saya minta OPD lebih disiplin dalam pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran. Setiap rupiah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya, Jumat (24/10/2025).
Bupati Kubar berharap seluruh perangkat daerah meningkatkan kedisiplinan dan koordinasi agar penyerapan anggaran lebih maksimal, tidak hanya tahun ini tetapi juga pada tahun-tahun mendatang, guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Anggaran yang sudah disiapkan harus bergerak. Jangan menunggu akhir tahun baru diserap,” tegasnya. Dana Rp 3,2 triliun yang disebut mengendap, dari jumlah tersebut, Rp2,2 triliun merupakan anggaran aktif yang tersimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Bankaltimtara.
Sementara Rp1 triliun lainnya merupakan Dana Treasury Deposit Facility (TDF) di Bank Indonesia (BI) yang hanya dapat digunakan dalam kondisi tertentu sesuai kebijakan Kementerian Keuangan.
Namun, Pemkab Kubar menegaskan bahwa dana tersebut bukan mengendap, melainkan tengah menunggu proses realisasi pelaksanaan kegiatan dan komitmen program di masing-masing perangkat daerah.
Ke depan dana TDF yang ditempatkan di Bank Indonesia akan dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan program Multi Years Contract (MYC), termasuk proyek-proyek infrastruktur berskala besar. Dana TDF ini akan dikelola secara optimal untuk memperkuat dukungan pembiayaan proyek besar.
“Proyek besar yang sudah direncanakan, seperti penyelesaian Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Jalan Bung Karno, Pelabuhan Royoq, dan Kristen Center,” ucapnya.
Edwin berharap agar pembangunan strategis dapat berjalan lebih lancar, seluruh OPD diminta meningkatkan kedisiplinan dan koordinasi agar penyerapan anggaran lebih maksimal. (*)


Tidak Ada Komentar