SENDAWAR, Prokopim-Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani mengajak masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lapangan agar program pembangunan daerah dapat disusun secara tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi nyata masyarakat.
Ajakan tersebut Wabup sampaikan dsaat membuka Musrenbang Tematik Kelompok Rentan dalam rangka penyusunan RKPD Kubar tahun 2027, di Ruang Aula, Lantai 2, Kantor BKAD Kubar, Rabu (10/6/2026).
Menurut Nanang, Musrenbang Tematik merupakan forum penting yang mempertemukan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu menyampaikan berbagai kebutuhan, masukan, maupun kritik konstruktif yang dapat menjadi bahan penyempurnaan program pembangunan.
“Ini adalah ruang kita bersama. Jangan malu dan jangan ragu menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan di lapangan. Kalau ingin pembangunan berjalan baik, maka kebutuhan yang sebenarnya harus disampaikan,”ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan pembangunan yang masih dihadapi pemerintah adalah memastikan program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tidak jarang terjadi perbedaan antara program yang disusun dengan kondisi yang dihadapi warga sehari-hari.
Karena itu, forum Musrenbang Tematik menjadi sarana penting untuk menggali informasi secara langsung dari kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, anak-anak, masyarakat adat serta masyarakat miskin ekstrem.
Menurut Nanang, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari pembangunan fisik maupun capaian ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya validitas data dalam penyaluran bantuan dan penyusunan program pembangunan. Data yang akurat akan membantu pemerintah menghasilkan kebijakan yang tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Fakta di lapangan harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan. Kita harus mampu menghubungkan perencanaan dari atas dengan kebutuhan yang ada di bawah,”tegasnya. (KP6)

