KUTAI BARAT, PROKOPIM – Nuansa budaya Dayak Bahau mewarnai pembukaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 tingkat Kabupaten Kutai Barat yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Tering, Senin (26/10/2026) pagi.

Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani membuka secara langsung rangkaian kegiatan BBGRM yang mengusung semangat kebersamaan, gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.

Pembukaan diawali dengan ritual adat serta prosesi pemakaian gelang dan topi manik khas adat Dayak Bahau. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya masyarakat setempat sekaligus memperkuat identitas budaya dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah.

Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian Hudoq, salah satu kesenian tradisional masyarakat Dayak yang sarat dengan nilai budaya dan sejarah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Istri Dewi Hairiah bersama unsur Forkopimda turut mengikuti tarian Hudoq bersama masyarakat.
Keterlibatan unsur pemerintah dan Forkopimda dalam tarian tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Wabup Nanang mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mengenal, mencintai dan melestarikan seni serta tradisi budaya daerah.

Menurutnya, kemajuan pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas dan kearifan lokal yang telah diwariskan para leluhur.

“Budaya adalah identitas kita. Karena itu, mari kita jaga dan lestarikan bersama, terutama dengan melibatkan generasi muda agar budaya daerah tidak hilang ditengah perkembangan zaman,” pesan Wabup.

Ia juga menilai pelaksanaan BBGRM menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan masyarakat. Gotong royong, menurutnya, tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian sosial, pelestarian lingkungan serta menjaga nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.

Pembukaan BBGRM ke-23 di Kecamatan Tering pun menjadi perpaduan antara semangat gotong royong dan kekayaan budaya lokal, sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mendorong pembangunan yang tetap berpijak pada kearifan lokal.(KP36).

Komentar dinonaktifkan.