SENDAWAR, Prokopim – Semangat olahraga dan persatuan pemuda mewarnai Turnamen Banteng Cup dan Piala Sumpah Pemuda Linggang Melapeh 2026. Sebanyak 92 tim bola voli dan sepak bola putra-putri ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Bupati Kubar Frederick Edwin, A.Md., secara resmi menutup turnamen tersebut di lapangan bola Banteng Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (29/10/2026). Ia mengapresiasi panitia, pemuda, dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan olahraga dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut.
Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan 48 tim bola voli, terdiri atas 23 tim putra dan 25 tim putri. Sementara itu, cabang sepak bola diikuti 44 tim, masing-masing 35 tim putra dan sembilan tim putri.
“Jumlah peserta ini menunjukkan bahwa semangat olahraga dan potensi generasi muda di Kabupaten Kutai Barat sangat besar. Potensi ini harus terus kita bina dan kembangkan agar dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama kampung, Kabupaten Kutai Barat, hingga Provinsi Kalimantan Timur,” kata Frederick.
Menurutnya, turnamen tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan olahraga menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui disiplin, kerja keras, kebersamaan, dan sportivitas.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai pengalaman berharga. Tim yang berhasil meraih juara diharapkan tidak cepat berpuas diri, sedangkan peserta yang belum berhasil diminta terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan.
“Kemenangan sejati bukan hanya tentang siapa yang mengangkat piala, tetapi juga tentang bagaimana kita menghormati lawan, menerima hasil pertandingan, dan menjaga persaudaraan,” tegasnya.
Frederick juga mendorong agar Turnamen Banteng Cup dan Piala Sumpah Pemuda Linggang Melapeh dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas. Dukungan terhadap sarana dan prasarana olahraga, menurutnya, perlu terus ditingkatkan untuk membuka ruang lebih luas bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat dan prestasi.
Selain berdampak pada pembinaan atlet, penyelenggaraan turnamen diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, kegiatan olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
Bupati juga mengingatkan generasi muda agar mengisi waktu dengan kegiatan positif dan produktif. Olahraga, katanya, dapat menjadi salah satu sarana menjaga kesehatan, memperkuat persatuan, membangun karakter, serta menjauhkan pemuda dari narkoba dan perilaku yang merusak masa depan.
“Satukan Semangat Pemuda, Junjung Sportivitas, Bangun Persatuan, Kutai Barat Sempekat,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut. Frederick berharap nilai-nilai itu tidak berhenti selama turnamen berlangsung, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penutupan turnamen turut dihadiri Ketua DPRD Kubar Ridwai, mantan Bupati Kubar periode 2006–2016 Ismail Thomas, Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, kepala perangkat daerah, Camat Linggang Bigung beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Ketua KONI Kubar, Ketua PSSI Kubar, Ketua PBVSI Kubar, dan Ketua KNPI Kubar.
Hadir pula para petinggi kampung se-Kecamatan Linggang Bigung, ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), ketua adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para sponsor, panitia penyelenggara, serta manajer, pelatih, wasit, dan tim peserta bola voli maupun sepak bola.
Frederick menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan turnamen. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi muda Kubar yang sehat, tangguh, berprestasi, dan siap meneruskan pembangunan daerah.(KP17)

