SENDAWAR, Prokopim-Festival Lemang Muara Lawa bukan sekadar pesta kuliner. Tradisi ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin saat membuka Festival Lemang Muara Lawa di Lapangan Sepak Bola Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Rabu (7/10/2026), mengatakan lemang yang dibuat dan dinikmati bersama mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong dan kekeluargaan.
“Festival Lemang bukan hanya kegiatan kuliner, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan budaya dan tradisi lokal yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,”ujar Frederick.
Menurutnya, Pemkab Kubar terus mendorong pariwisata berbasis budaya dan kuliner. Karena itu, Festival Lemang diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM mengembangkan produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Frederick juga mengajak seluruh pihak mempromosikan potensi Muara Lawa serta memperkuat kolaborasi agar festival tersebut dapat digelar berkelanjutan dan semakin baik setiap tahun.
“Kepada generasi muda, terus kenali, cintai dan lestarikan budaya daerah agar warisan leluhur tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman,”pesannya.
Sementara itu, Camat Muara Lawa Gusti Muhammad Fadli mengatakan festival tersebut menjadi wadah memperkenalkan potensi Muara Lawa, mulai kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, seni hingga budaya.
“Festival ini bukan sekadar menikmati lemang. Ini bentuk kecintaan terhadap budaya dan tradisi masyarakat, sekaligus upaya menjaga warisan kuliner lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi mendatang,”katanya.
Festival Lemang Muara Lawa diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat setempat. (KP6)

