KUTAI BARAT, PROKOPIM – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin didampingi Ketua PDA Yurang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti ritual adat Pejeak Pamper atau Tepung Tawar di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kamis (29/10) pagi.
Ritual adat tersebut menjadi salah satu rangkaian pembuka dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat tahun 2026. Pejeak Pamper merupakan bagian dari tradisi adat masyarakat Dayak yang sarat makna doa, harapan, serta ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pelaksanaan ritual ini menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Kutai Barat ke-27. Melalui ritual adat tersebut, pemerintah bersama masyarakat memanjatkan doa agar perjalanan Kabupaten Kutai Barat di usia ke-27 senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan.
Bupati Frederick Edwin menyampaikan bahwa pelaksanaan Pejeak Pamper tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga dan menghormati adat serta budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Melalui ritual adat ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Kabupaten Kutai Barat di usia yang ke-27 senantiasa diberikan keberkahan, kemakmuran, kebaikan, serta seluruh rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Kutai Barat dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan tradisi adat dalam setiap momentum penting daerah merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat identitas Kutai Barat sebagai daerah yang memiliki kekayaan adat dan budaya yang beragam.
Ritual Pejeak Pamper juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dalam menyambut hari jadi Kabupaten Kutai Barat.
Dengan dilaksanakannya ritual tersebut, rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Barat secara resmi dimulai, dengan harapan seluruh agenda dapat berlangsung aman, tertib dan lancar serta membawa semangat baru bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Barat.(KP36)

