KUTAI BARAT, PROKOPIM – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Alsiyus, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terhadap pembinaan olahraga dan persiapan kontingen Kubar menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser.

Alsiyus menjelaskan, pada APBD murni Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,1 miliar untuk mendukung kegiatan KONI, termasuk penyaluran kepada atlet dan cabang olahraga.

“Di tahun 2026 ini pada APBD murni, Bapak Bupati menganggarkan Rp5,1 miliar. Setelah kami salurkan kepada atlet dan cabang olahraga, semoga ini bisa menjadi semangat bagi mereka untuk berlatih dan melaksanakan TC (training camp) dengan maksimal,” ujar Alsiyus.

Ia menambahkan, untuk menghadapi Porprov VIII di Kabupaten Paser, Pemkab Kutai Barat kembali memberikan dukungan melalui anggaran perubahan sebesar Rp6 miliar.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk memastikan kebutuhan kontingen selama persiapan maupun pelaksanaan Porprov dapat terpenuhi. Ia berharap proses pencairan anggaran dapat berjalan cepat agar kebutuhan atlet yang telah berangkat lebih dahulu dapat segera ditangani.

“Harapan kami proses pencairan dananya bisa cepat. Teman-teman atlet yang berangkat lebih dulu ini mau tidak mau harus mencari talangan terlebih dahulu. Tetapi kami yakin dananya pasti cair, tinggal bagaimana prosesnya bisa segera diselesaikan,” jelasnya.

Selain persoalan dukungan anggaran, Alsiyus juga menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat agar ke depan dapat membangun kantor KONI Kutai Barat yang representatif.

Menurutnya, keberadaan kantor sangat penting untuk mendukung tata kelola organisasi sekaligus menjadi pusat koordinasi KONI bersama seluruh cabang olahraga (cabor).

“Permohonan saya sebagai Ketua KONI, mewakili ketua-ketua cabang olahraga dan atlet, semoga tahun depan kami dapat dibangun kantor KONI,” harapnya.

Alsiyus mengungkapkan, selama ini KONI Kutai Barat masih menghadapi persoalan karena harus berpindah-pindah kantor. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pengelolaan administrasi maupun penyimpanan berbagai fasilitas organisasi.

“Ketika kami berpindah-pindah kantor, sering terjadi fasilitas yang sudah kami beli tidak bisa terbawa atau akhirnya harus memulai kembali. Setiap pindah kantor, kami harus membeli peralatan baru lagi. Itu menjadi salah satu persoalan yang kami rasakan,” ungkapnya.

Ia berharap kantor KONI nantinya dibangun dengan kapasitas yang memadai sehingga dapat menjadi pusat kegiatan bersama seluruh cabang olahraga di Kutai Barat.

“Kalau ada satu kantor, satu atap, semua cabang olahraga bisa berkantor bersama KONI, tentu luar biasa. Kami akan lebih mudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh cabor,” katanya.

Menurut Alsiyus, keberadaan kantor bersama juga akan memudahkan KONI dalam melakukan koordinasi, terutama dalam menyampaikan informasi dan memastikan komunikasi dengan seluruh cabang olahraga berjalan efektif.
“Sekarang memang sudah ada WhatsApp, tetapi kalau harus mencari sekretariat masing-masing cabang olahraga, kami juga kesulitan. Kalau satu kantor dan kita bergabung, koordinasi akan jauh lebih mudah,” pungkasnya.

Ia berharap harapan tersebut dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan dan meningkatkan prestasi atlet daerah di masa mendatang.(KP36)

Komentar dinonaktifkan.