KUTAI BARAT, PROKOPIM – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin memberikan perhatian khusus terhadap perjuangan para atlet Kutai Barat yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser. Dukungan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para atlet, tetapi juga kepada pelatih dan official yang mendampingi kontingen selama pertandingan.
Bupati meminta para pelatih dan official memberikan pendampingan secara maksimal, baik dalam aspek teknis maupun mental, sehingga para atlet dapat tampil percaya diri, fokus dan memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap pertandingan.
“Para pelatih dan official agar terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada atlet selama mengikuti pertandingan. Kita ingin para atlet bertanding dengan semangat, percaya diri dan membawa nama baik Kutai Barat,” pesan Bupati.
Dukungan terhadap atlet juga diwujudkan melalui peningkatan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali. Untuk medali emas, bonus yang disiapkan sebesar Rp50 juta, medali perak Rp30 juta, dan medali perunggu Rp20 juta.
Ketua KONI Kutai Barat Alsiyus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap kemajuan olahraga daerah.
“Terima kasih kami kepada Bapak Bupati yang terus memberikan support terhadap olahraga. Semoga ini menjadi pemacu semangat para atlet. Beliau menaikkan bonus atlet, untuk emas Rp50 juta, perak Rp30 juta dan perunggu Rp20 juta,” ujarnya.
Menurut Alsiyus, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp10 miliar untuk bonus atlet sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih para atlet dalam mengharumkan nama daerah.
Ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh atlet Kutai Barat untuk berjuang maksimal dan mampu mempersembahkan sebanyak-banyaknya medali emas pada PORPROV VIII Kaltim.
“Semoga para atlet bisa berprestasi dan bisa meraih banyak medali emas,” harapnya.
Lebih lanjut, Bupati Frederick Edwin menekankan bahwa keberhasilan Kutai Barat dalam PORPROV tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang berhasil diraih. Lebih dari itu, ajang olahraga provinsi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga daerah secara berkelanjutan.
Karena itu, Bupati mendorong KONI Kutai Barat bersama seluruh cabang olahraga untuk terus melakukan pembinaan secara konsisten, mulai dari pencarian bibit atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyediaan program latihan dan kompetisi yang berkesinambungan.
Lanjutnya, Dengan pembinaan yang terarah dan dukungan semua pihak, diharapkan Kutai Barat mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat provinsi, tetapi juga dapat mengharumkan nama daerah pada tingkat nasional bahkan internasional.(KP36)

