SENDAWAR, Prokopim– Kabar baik bagi masyarakat Kutai Barat (Kubar). Tambahan mesin pembangkit listrik berkapasitas 5 megawatt (MW) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sentawar berhasil melalui proses energize, Sabtu (31/10). Langkah ini menjadi bagian dari upaya PT PLN (Persero) memperkuat pasokan listrik di wilayah Melak dan sekitarnya.
Keberhasilan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pasokan listrik sekaligus mendukung perbaikan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat, pelaku usaha, dunia pendidikan, hingga pelayanan publik.
Dalam beberapa bulan terakhir, sistem kelistrikan Melak dan sekitarnya menghadapi tantangan akibat gangguan operasional sejumlah mesin pembangkit. Kondisi ini berdampak pada kemampuan pasokan listrik sehingga PLN perlu melakukan penyesuaian operasi untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
Merespons kondisi tersebut, PLN mengintensifkan langkah pemulihan, mulai dari perbaikan mesin yang mengalami gangguan, optimalisasi pembangkit yang tersedia, hingga penambahan kapasitas pembangkit sewa sebesar 5 MW di PLTD Sentawar.
Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan keberhasilan energize tambahan pembangkit tersebut merupakan perkembangan penting dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kubar.
“Alhamdulillah, hari ini tambahan pembangkit berkapasitas 5 MW di PLTD Sentawar berhasil dilakukan energize. Ini merupakan kabar baik sekaligus hasil kerja keras seluruh tim PLN yang terus berupaya memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat Kubar,”ujar Adrian.
Ia mengatakan PLN memahami pentingnya listrik dalam menunjang aktivitas masyarakat. Karena itu, berbagai upaya penanganan terus dipercepat agar pelayanan kelistrikan semakin baik.
Tambahan mesin pembangkit sewa tersebut sebelumnya diberangkatkan dari Samarinda menuju Kubar pada 16 Oktober 2026 dan tiba di lokasi pada 20 Oktober 2026.
Setelah tiba, tim PLN bersama PLN Indonesia Power dan pihak terkait langsung melakukan pemasangan unit pembangkit, penyiapan fasilitas bahan bakar, penyambungan peralatan pendukung, serta pemeriksaan dan pengujian teknis sebelum energize.
Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan secara intensif dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan keandalan operasional.
“Sejak mesin tiba di Sentawar, seluruh tim terus bekerja dan berkoordinasi untuk memastikan setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik. Mulai dari pemasangan mesin, penyiapan fasilitas pendukung, hingga pemeriksaan dan pengujian teknis, semuanya dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan.
Alhamdulillah, kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan berhasilnya proses energize tambahan pembangkit 5 MW ini,”jelas Agung.
Menurutnya, energize merupakan tahapan penting dalam penguatan sistem kelistrikan Melak. Selanjutnya, PLN akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kesiapan operasional pembangkit serta kondisi sistem agar tambahan kapasitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Bagi kami, keberhasilan ini bukan akhir dari pekerjaan, melainkan bagian dari proses menghadirkan pelayanan yang lebih baik. Kami akan terus memantau kondisi pembangkit dan sistem kelistrikan agar tambahan pasokan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”tambahnya.
Sejalan dengan semangat Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang diperingati pada 27 Oktober 2026, Adrian menegaskan PLN berkomitmen terus menghadirkan solusi atas berbagai tantangan kelistrikan.
“Semangat Hari Listrik Nasional bukan hanya tentang memperingati perjalanan panjang kelistrikan Indonesia, tetapi juga tentang tanggung jawab kami untuk terus hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Kami menyadari masih ada tantangan yang perlu diselesaikan. Namun, kami ingin memastikan bahwa PLN terus bekerja, berupaya, dan tidak berhenti melakukan perbaikan demi pelayanan kelistrikan yang semakin andal,”tegas Adrian.
Dengan keberhasilan energize tambahan pembangkit 5 MW tersebut, PLN berharap kemampuan pasokan listrik pada Sistem Kelistrikan Melak semakin kuat seiring penyelesaian tahapan operasional dan optimalisasi pembangkit.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan masyarakat akibat kondisi kelistrikan dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai langkah pemulihan dan penguatan sistem akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan serta kesiapan operasional pembangkit.
Melalui semangat “PLN Bekerja Melayani Masyarakat”, PLN UID Kaltimra bersama PLN Indonesia Power berkomitmen memperkuat sinergi untuk menghadirkan pelayanan kelistrikan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kubar. (KP6)

