KUTAI BARAT, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan keagamaan, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga kerukunan antarumat beragama pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Frederick Edwin melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kamius Junaidi pada pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Baiturrohim, Jalan Gajah Mada Barong Tongkok, Rabu (27/5/2026),pagi.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Adha bersama-sama dalam suasana penuh keberkahan.
Ia mengatakan, Hari Raya Idul Adha bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS. Nilai pengorbanan, kepedulian sosial, serta keteguhan iman menjadi makna utama dalam pelaksanaan ibadah kurban.
“Melalui ibadah kurban, kita diajarkan untuk mengikis sifat egois dan nafsu hewani dalam diri. Daging kurban yang dibagikan menjadi wujud nyata kepedulian sosial, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan empati terhadap saudara-saudara yang membutuhkan,” ujar Kamius saat membacakan sambutan Bupati.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga menyampaikan sejumlah program dan dukungan di bidang keagamaan. Tahun ini, Pemkab Kutai Barat bersama Pokok Pikiran Anggota DPRD Kutai Barat menyalurkan bantuan sebanyak 77 ekor sapi kurban, terdiri dari 53 ekor bantuan pemerintah daerah dan 24 ekor melalui Pokok Pikiran DPRD, dengan total anggaran mencapai Rp1,710 miliar. Selain itu, terdapat pula bantuan satu ekor hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga terus memberikan perhatian terhadap kegiatan keagamaan lainnya. Di antaranya dukungan keberangkatan umroh dan haji, bantuan kepada 15 masjid pada Idul Fitri lalu sebesar Rp225 juta, serta hibah kepada 76 rumah ibadah lintas agama yang meliputi gereja Kristen, Katolik, dan masjid dengan total anggaran Rp8,443 miliar.
Dalam sambutan tersebut, masyarakat juga diingatkan terkait mekanisme dan regulasi pemberian hibah serta bantuan sosial yang bersumber dari APBD sesuai Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2025. Salah satu syaratnya yakni penerima bantuan harus memiliki akun terdaftar di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) dan mengajukan proposal pada masa perencanaan yang telah ditentukan.
Bupati menegaskan bahwa ketentuan tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan sesuai regulasi.
Selain itu, Pemkab Kutai Barat juga memberikan hibah kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sebesar Rp800 juta untuk pelaksanaan MTQ tingkat provinsi dan Rp2 miliar untuk MTQ tingkat kabupaten.
Dalam pesannya, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman suku dan agama di Kutai Barat. Menurutnya, rasa aman dan tenteram merupakan modal utama dalam pembangunan daerah.
“Mari bersama-sama menjaga keharmonisan, saling menghormati, dan menolak segala bentuk provokasi demi terwujudnya Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” lanjutnya.
Kepada panitia kurban di masjid dan lingkungan masyarakat, Bupati juga berpesan agar menjalankan amanah pendistribusian daging kurban secara adil, tertib, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.
Mengakhiri sambutannya, Bupati atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah serta menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kutai Barat.
“Semoga ibadah kurban dan seluruh amal kebaikan yang dilakukan diterima Allah SWT serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat,” tutupnya.(KP36)

