KUTAI BARAT, PROKOPIM – Pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat disebabkan kondisi kelistrikan yang mengalami gangguan pada sejumlah mesin pembangkit. Di sisi lain, sistem kelistrikan saat ini juga masih menghadapi defisit daya sekitar 3 Megawatt (MW).
Manager PLN ULP Melak Agung Putra Raharjo mengungkapkan, kebutuhan daya sistem kelistrikan di Kutai Barat saat ini berada di kisaran 23 MW. Sementara kemampuan daya yang tersedia masih mengalami kekurangan sekitar 3 MW.
“Defisit dayanya sekitar 3 MW. Kalau dengan tambahan mesin ini, harapan kami tidak terjadi defisit lagi,” jelas Agung saat memberikan penjelasan terkait kondisi kelistrikan di Kutai Barat, Jumat (23 Oktober 2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PLN menyiapkan tambahan mesin dengan kapasitas sekitar 5 MW. Kehadiran mesin tambahan ini diharapkan mampu menutup defisit sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah Kutai Barat.
Selain mendatangkan mesin tambahan, PLN juga terus melakukan pemulihan terhadap mesin-mesin yang saat ini mengalami gangguan. Upaya tersebut dilakukan secara paralel dengan proses pemasangan mesin tambahan.
“Mesin yang gangguan juga kami upayakan segera masuk sistem kembali, sambil paralel dengan proses pemasangan 5 MW ini, sehingga pemadaman tidak terlalu masif,” katanya.
Menurut Agung, pemulihan mesin yang mengalami gangguan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi intensitas pemadaman sebelum tambahan kapasitas pembangkit sepenuhnya masuk ke dalam sistem.
Dikatakan, PLN Siapkan Informasi Pemadaman Lewat WhatsApp, Di tengah kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya stabil, PLN ULP Melak juga menyiapkan saluran komunikasi kepada masyarakat melalui WhatsApp resmi.
Saluran tersebut digunakan untuk menyampaikan berbagai informasi terkait kondisi kelistrikan, termasuk gangguan maupun pemadaman yang terjadi di lapangan.
Agung menyebut WhatsApp menjadi salah satu sarana yang dinilai efektif untuk menyampaikan informasi secara cepat kepada masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan yang sifatnya mendadak.
“Kami menggunakan channel WhatsApp resmi. Hampir semua masyarakat menggunakan WhatsApp, sehingga ini menjadi salah satu cara yang paling memungkinkan dan cepat untuk menyampaikan informasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, PLN tetap berkomitmen memberikan pelayanan selama 24 jam sekaligus mempercepat proses penanganan setiap kali terjadi gangguan.
“Kami mohon doa dari masyarakat Kutai Barat agar proses ini cepat selesai. Resource yang ada kami maksimalkan sehingga pemulihan bisa lebih cepat,” pungkas Agung.(KP36).

