Viewers: 51
KUTAI BARAT, PROKOPIM – Wakil Bupati (Wabup) Kutai Barat(Kubar) H. Nanang Adriani Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-23 Tahun 2026 yang dipusatkan di Kampung Linggang Jelemuq Kecamatan Tering, Senin (26 Oktober 2026)pagi.
Dalam sambutan tersebut, Wabup menegaskan bahwa gotong royong merupakan bagian penting dari budaya bangsa yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Semangat tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Di tengah perkembangan zaman, modernisasi dan digitalisasi, semangat gotong royong harus terus kita jaga agar tidak terkikis oleh sikap individualisme dan berkurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” demikian disampaikan Wabup Nanang.
Mengusung tema “Melalui Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kita Perkuat Gotong Royong, Partisipasi dan Inovasi untuk Mewujudkan Kampung dan Kelurahan yang Mandiri dan Berkelanjutan,” kegiatan BBGRM diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Wabup Nanang menyampaikan, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui APBD maupun pemerintah kampung melalui APBDes, tetapi juga membutuhkan dukungan, swadaya, kreativitas dan partisipasi aktif masyarakat.
Karena itu, semangat gotong royong perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, menjaga kebersihan tempat ibadah, membantu warga yang membutuhkan hingga mengembangkan potensi lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah juga mendorong setiap kampung dan kelurahan melahirkan inovasi dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal, sehingga mampu menciptakan wilayah yang mandiri, maju dan berkelanjutan.
Melalui pencanangan BBGRM ke-23, masyarakat Kutai Barat diajak memperkuat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial serta menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil pembangunan. “Marilah kita jadikan gotong royong sebagai kekuatan, partisipasi sebagai wujud kepedulian dan inovasi sebagai langkah untuk menciptakan perubahan yang lebih baik, demi terwujudnya Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata dan Beradat,” ujar Wabup.
Pada akhir sambutan, Wabup Nanang secara resmi mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-23 Tahun 2026.
Pencanangan tersebut menjadi momentum untuk menggerakkan kembali semangat kebersamaan masyarakat, memperkuat partisipasi dalam pembangunan serta mendorong kampung dan kelurahan di Kutai Barat agar semakin mandiri dan berkelanjutan.
Erlinsiana mengatakan, pelaksanaan BBGRM tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai budaya bangsa sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menguatkan kembali semangat gotong royong sebagai budaya bangsa serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya di tingkat kampung dan kelurahan,” ujar Erlinsiana.
Menurutnya, budaya gotong royong memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam berbagai bidang kehidupan. Ia berharap pelaksanaan BBGRM dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan budaya gotong royong di lingkungan masing-masing.
“Harapannya kepedulian masyarakat terhadap budaya gotong royong semakin meningkat. Ini menjadi kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan,” katanya.
Erlinsiana menjelaskan, semangat gotong royong dalam BBGRM mencakup berbagai aspek, mulai dari bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya, keagamaan hingga lingkungan. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, kata dia, berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di tingkat kampung maupun kelurahan dapat ditangani secara bersama-sama.
“Gotong royong harus terus kita hidupkan dalam berbagai bidang, baik kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya, agama maupun lingkungan. Dengan kebersamaan, pembangunan akan lebih kuat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.(KP36)

