SENDAWAR, Prokopim – Satu abad perjalanan karya misi Missionariorum a Sacra Familia (MSF) di Kalimantan menjadi momentum memperkuat pelayanan, persaudaraan, dan toleransi antarumat beragama.
Mengawali rangkaian perayaan syukur 100 tahun karya misi MSF di Kalimantan–Indonesia, Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin secara resmi membuka kegiatan melalui pemukulan gong
Pembukaan yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar(TBS), Kamis (15/10/2026) dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kubar dan Ketua Darma wanita Kubar, Ismail Thomas, SH., M.Si., Lucia Mayo, staf ahli, para asisten, serta jajaran kepala perangkat daerah, Ketua Provinsial Kalimantan Pastor Yohanes Berchmans Marharsono, MSF, Vikep Kepikevan Sendawar Pastor Tedeus Sam Anyeq, para pastor, suster, frater, Dewan Paroki, panitia, serta umat Katolik dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kubar Frederick Edwin menyampaikan, apresiasi kepada Kongregasi MSF yang telah menjalankan karya misi dan pelayanan di Kalimantan selama 100 tahun, sejak 1926, dengan titik awal di Laham.
Menurutnya, perjalanan satu abad tersebut bukan sekadar catatan sejarah gereja, melainkan bukti nyata pengabdian para misionaris dalam melayani umat dan masyarakat, termasuk di wilayah pedalaman Kalimantan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, lanjutnya, mengapresiasi kontribusi MSF yang tidak hanya berfokus pada pelayanan keagamaan dan pembinaan iman, tetapi juga turut mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun antara pemerintah daerah dan keluarga besar MSF selama ini telah membawa perubahan positif, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh keluarga besar MSF dan umat Katolik untuk menjadikan perayaan satu abad ini sebagai momentum memperbarui semangat pelayanan, memperkuat iman, serta melanjutkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para misionaris terdahulu.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, merawat toleransi, dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan.
Menurutnya, kerukunan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen untuk terus mendukung dan membuka ruang kolaborasi bagi berbagai kegiatan yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap, semangat pelayanan yang telah terjaga selama satu abad dapat terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan sejahtera.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Frederick Edwin secara resmi membuka rangkaian Perayaan Syukur 100 Tahun Karya Misi MSF di Kalimantan–Indonesia melalui pemukulan gong, disaksikan para undangan dan umat yang hadir.
Perayaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas perjalanan panjang karya misi MSF, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam merawat persaudaraan, menumbuhkan semangat pengabdian, dan menghadirkan pelayanan yang membawa berkat bagi masyarakat.
Rangkaian perayaan syukur 100 tahun karya misi MSF di Kalimantan–Indonesia dijadwalkan berlangsung hingga puncak acara pada Minggu, 18 Oktober 2026.(KP17)

