SENDAWAR, Prokopim-Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar), Nanang Adriani, tidak hentinya mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama bulan suci Ramadan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian Pemkab terhadap potensi risiko yang dapat terjadi akibat perubahan pola aktivitas masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.

Wabup juga menyampaikan bahwa pada bulan Ramadan masyarakat umumnya mengalami perubahan jam istirahat karena harus bangun lebih awal untuk sahur serta menjalankan ibadah pada malam hari, seperti tarawih dan tadarus. Kondisi tersebut kerap menimbulkan rasa kantuk berlebih, yang apabila tidak diantisipasi dengan baik dapat memicu kelalaian dalam beraktivitas.

“Di bulan Ramadan ini biasanya kita sering mengalami kantuk yang luar biasa. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kompor saat memasak, memastikan obat nyamuk bakar dalam kondisi aman, serta mengecek peralatan listrik sebelum beristirahat,”ujar Nanang Adriani.

Wabup menambahkan, sejumlah kejadian kebakaran rumah tangga sering kali disebabkan oleh kelalaian kecil, seperti lupa mematikan kompor usai memasak sahur atau tertidur saat alat tertentu masih menyala. Selain itu, penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar juga berpotensi menimbulkan korsleting.

Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Ia mengajak warga untuk saling mengingatkan dan peduli terhadap kondisi sekitar, terutama pada malam hari ketika sebagian besar warga beristirahat.

“Ini pesan kita bersama untuk masyarakat di setiap tempat. Mari kita tingkatkan kewaspadaan agar Ramadan di Kubar dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan,”tegasnya.

Pemkab berharap dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, potensi musibah yang tidak diinginkan dapat dicegah, sehingga seluruh warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.