SENDAWAR, Prokopim-Pemkab Kutai Barat (Kubar) terus mendorong pengembangan Kecamatan Melak sebagai pusat perdagangan. Optimisme itu menguat seiring rencana penyelesaian pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) yang dinilai bakal membuka konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Hal itu disampaikan Penjabat Sekretaris Kabupaten (Pj Sekkab) Kubar Kamius Junaidi, saat meresmikan Toko Papa Cookies Kubar, di Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Sabtu (9/5/2026).
“Melak sejak awal pembentukan Kubar memang diproyeksikan sebagai kota perdagangan dan itu tetap menjadi arah pengembangan ke depan,”kata Kamius.
Menurut dia, keberadaan Jembatan ATJ sangat strategis karena menghubungkan Kecamatan Melak dengan Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB). Selain itu, aksesnya juga terhubung menuju Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), hingga Samarinda melalui Jembatan Martadipura.
Tak hanya itu, jembatan tersebut juga membuka jalur menuju wilayah Kabupaten Kutai Timur.
“Kita berharap pembangunan Jembatan ATJ dapat berjalan baik pada masa kepemimpinan Bupati Frederick Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani,”ujarnya.
Kamius menjelaskan, penyelesaian jembatan itu diyakini akan memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Melak sebagai pusat perdagangan.
Ia menyebut, cita-cita menjadikan Melak sebagai daerah perdagangan sebenarnya sudah dirancang sejak awal pembentukan Kubar pada masa Bupati pertama almarhum Rama Alexander Asia bersama Ismail Thomas.
“Kalau akses jalan Kubar-Kukar nanti terbuka, jalur lewat Melak Seberang akan semakin dekat dan strategis,”tuturnya.
Dampak pengembangan infrastruktur tersebut diperkirakan tidak hanya dirasakan masyarakat Melak, tetapi juga wilayah MMB, Sekolaq Darat, Barong Tongkok, hingga Linggang Bigung yang menjadi bagian kawasan perkotaan Kubar.
“Harapan kita, pertumbuhan ekonomi ini juga dirasakan masyarakat di wilayah sekitar,”pungkasnya. (KP6)

