KUTAI BARAT, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 yang digelar di Aula Dispora Sendawar, Senin (18/5/2026) pagi.
Sambutan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dibacakan oleh Plh. Sekretaris Daerah Yuli Permata Mora di hadapan pengurus KNPI, organisasi kepemudaan (OKP), Karang Taruna, Pramuka, Purna Paskibraka Indonesia, Pemuda Pancasila, tokoh senior KNPI, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerda KNPI sebagai forum strategis untuk memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran strategis organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan visi Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata dan beradat,” ujar Yuli saat membacakan sambutan Bupati.
Disampaikan pula bahwa Rakerda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi setelah Musyawarah Daerah, sehingga harus dimanfaatkan untuk melahirkan gagasan, inovasi dan program kerja nyata bagi kemajuan pemuda Kutai Barat.
Pemerintah daerah menilai KNPI memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, mandiri, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi simbol perubahan, tetapi benar-benar hadir membawa solusi dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dalam sambutan tersebut, Bupati juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi yang menuntut pemuda untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Pemuda Kutai Barat didorong agar melek teknologi, memiliki keterampilan digital, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif dan produktif.
Selain itu, KNPI diharapkan dapat mengambil peran dalam membangun kemandirian ekonomi pemuda melalui pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, serta pengelolaan potensi sumber daya lokal di berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, pariwisata dan budaya.
“Pemuda Kutai Barat tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. Pemuda harus meningkatkan kompetensi dan keterampilan agar mampu bersaing dan mengambil peluang yang ada,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan sejumlah harapan kepada KNPI dan seluruh pemuda Kutai Barat. Di antaranya agar KNPI tetap menjadi organisasi yang solid, independen dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Selain itu, pemuda juga diharapkan terus meningkatkan kualitas diri, menjunjung persatuan, serta menjaga nilai adat dan budaya daerah.
Bupati juga menekankan pentingnya pemerataan pembinaan kepemudaan hingga ke tingkat kecamatan dan kampung agar seluruh pemuda di Kutai Barat memperoleh kesempatan yang sama dalam pengembangan sumber daya manusia.
Rakerda KNPI Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus wadah lahirnya program-program kepemudaan yang inovatif dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat.(KP36)

