SENDAWAR, Prokopim-Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud beserta jajaran Pemprov Kaltim atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Kubar, khususnya rekonstruksi ruas Jalan Bongan-Gerunggung.
Hal itu disampaikan Frederick saat konferensi pers, di Ruang Rapat Koordinasi, Lantai 3, Kantor Bupati Kubar, Rabu (4/6). Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Penjabat Sekretaris Kabupaten Kamius Junaidi, Plt Kepala BKAD Erik Victory, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Michael Hermawan dan Kabid PSDAIK Bappeda Litbang Merisa Dilang.
Frederick menjelaskan, hingga 2026 masih terdapat tiga kampung berstatus tertinggal di Kecamatan Bongan, yakni Kampung Deraya, Kampung Tanjung Soke, dan Kampung Gerunggung. Sementara Kampung Lemper telah berhasil meningkat statusnya menjadi kampung berkembang sejak 2025.
“Saya juga mengapresiasi kontribusi pemerintah daerah sebelumnya yang secara konsisten melakukan pembangunan sehingga Kampung Lemper dapat naik status menjadi kampung berkembang pada tahun lalu,”ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kubar tahun 2025, jumlah penduduk di empat kampung yang berada dalam satu koridor jalan tersebut mencapai sekitar 759 jiwa.
Menurut Frederick, pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat menjadi prioritas pemerintah daerah. Berdasarkan Surat Keputusan Jalan Kabupaten Tahun 2022, panjang ruas jalan dari Jalan Nasional Trans Kalimantan di Bongan menuju Kampung Bukit Harapan Kilometer 88-Lemper-Deraya-Tanjung Soke-Gerunggung mencapai sekitar 45 kilometer.
Dalam kurun waktu 2017 hingga 2025, Pemkab Kubar telah melakukan berbagai penanganan pada ruas jalan tersebut. Di antaranya melalui kegiatan rekonstruksi jalan sepanjang sekitar 8,25 kilometer, pembangunan satu unit jembatan belly, serta sejumlah jembatan darurat yang menghubungkan 12 titik sungai dan anak sungai.
“Total anggaran yang telah dialokasikan untuk penanganan infrastruktur di ruas tersebut mencapai sekitar Rp69,57 miliar,”jelasnya.
Pemerintah daerah juga kembali mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan jalan beton sepanjang dua kilometer. Program tersebut akan disinkronkan dengan rencana penanganan jalan oleh Pemprov Kaltim.
Saat ini, kondisi jalan menuju tiga kampung tertinggal tersebut terdiri atas jalan beraspal dan beton sepanjang sekitar 10,17 kilometer. Sementara sisanya sepanjang 34,83 kilometer masih berupa jalan tanah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Frederick berharap dukungan Pemprov Kaltim dapat mempercepat peningkatan konektivitas wilayah, membuka akses masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga di kawasan pedalaman Kecamatan Bongan. (KP6)

