KUTAI BARAT, PROKOPIM – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin meminta perencanaan rekonstruksi sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Kutai Barat tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan wilayah dan peningkatan aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Frederick Edwin saat memberikan arahan pada Presentasi Rencana Rekonstruksi Jalan ruas Simpang Linggang Bigung–Simpang Raya–Sumber Sari–Sekolaq Darat–Sekolaq Muliaq–Mentiwan serta ruas Jalan Barong Tongkok–Linggang Bigung, Selasa (29/9/2026)psgi, diruang koordinasi kantor Bupati.

Dalam arahannya, Bupati mengapresiasi paparan rencana rekonstruksi tersebut dan meminta agar perencanaan benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kawasan Kota Sendawar.

“Saya minta perencanaan ini tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat Kubar, namun harus berorientasi jangka panjang dan mendukung perkembangan Kota Sendawar. Lebar jalan minimal mempertahankan kondisi existing dan disesuaikan dengan kebutuhan standar ke depan,” ujar Frederick Edwin.

Menurutnya, peningkatan kapasitas dan kualitas jalan perlu mempertimbangkan pertumbuhan volume lalu lintas yang terus meningkat, sementara perkembangan jaringan jalan di kawasan perkotaan relatif terbatas.

Selain konstruksi jalan, Bupati menekankan pentingnya perencanaan drainase, gorong-gorong dan outlet yang didasarkan pada kajian teknis serta kondisi aliran air di lapangan.

“Jangan sampai pembangunan jalan hanya memperhatikan badan jalan, tetapi persoalan drainase dan aliran air tidak ditangani. Semua harus direncanakan secara terpadu agar jalan tidak mudah rusak dan kawasan sekitar terhindar dari genangan,” tegasnya.

Bupati juga meminta dilakukan evaluasi terhadap hasil presentasi sebelumnya, khususnya pada ruas Simpang Belawa hingga Hotel Amar. Sejumlah titik pada ruas tersebut masih mengalami kerusakan sehingga perlu dijelaskan secara teknis bentuk penanganannya, apakah melalui overlay, rekonstruksi maupun metode lainnya.

“Termasuk penyebab kerusakannya perlu dijelaskan, sehingga penanganannya nanti benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Perhatian serupa disampaikan terhadap kondisi di sekitar RSUD Linggang Mangku Jaya yang masih mengalami genangan saat curah hujan tinggi. Bupati meminta solusi teknis ditentukan berdasarkan kajian yang tepat, baik melalui perbaikan drainase, gorong-gorong, outlet, peninggian badan jalan maupun metode penanganan lainnya.

Di sisi lain, Bupati meminta persoalan sosial yang berkaitan dengan pemilik lahan maupun pelaku usaha di sepanjang ruas jalan dapat difasilitasi penyelesaiannya oleh Sekretariat Daerah. Hal tersebut diperlukan agar persoalan sosial tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan.

“Saya berharap seluruh perencanaan ini benar-benar menghasilkan jalan yang aman, nyaman, lancar, tidak mudah rusak, bebas genangan, serta mampu mendukung permukiman, pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Asisten III Setdakab Kutai Barat Mobilala mengatakan, presentasi sebelumnya pada 16 September masih memberikan ruang untuk dilakukan penyempurnaan. Menurutnya, ruas jalan yang dibahas merupakan salah satu jaringan utama di kawasan Kota Sendawar sehingga perencanaannya harus mampu mengakomodasi kebutuhan saat ini maupun masa mendatang.

“Karena paparan di tanggal 16 September itu juga sangat terbatas, kita masih membuka ruang-ruang untuk perbaikan dan penyempurnaan perencanaan tersebut,” ujar Mobilala.

Ia menjelaskan, dari sisi fungsi maupun estetika, jalan-jalan utama di kawasan Kota Sendawar perlu dirancang dengan mempertimbangkan perkembangan lalu lintas yang semakin meningkat
“Secara luas, jalan di kawasan Kota Sendawar sepertinya belum bertambah signifikan. Tetapi dari sisi jumlah lalu lintas harian rata-rata mungkin bertambah secara signifikan. Kalau tidak kita tangani secara signifikan, akan mencapai titik klimaks, karena ruas jalan tidak bertambah sementara lalu lintas terus meningkat,” jelasnya.

Mobilala berharap arahan dan koreksi dari Bupati dapat menjadi masukan penting bagi tim dalam menyempurnakan rencana rekonstruksi, sehingga perencanaan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.

“Ini menjadi stimulus bagi kita untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan terkait perencanaan ini,” tambahnya.

Bupati meminta seluruh peserta mengikuti pembahasan hingga selesai dan memberikan masukan konstruktif. Ia berharap melalui presentasi tersebut terbangun kesamaan persepsi antara pemerintah daerah, perangkat daerah teknis dan konsultan perencana.

“Semoga melalui rapat ini kita dapat menyamakan persepsi, menyempurnakan perencanaan, serta memperkuat sinergi dalam penanganan infrastruktur jalan dan drainase, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Turut hadir Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, Timsus Bupati Yahya Marthan, Ketua PDA Yurang, serta pejabat teknis dari Bappedalitbang dan Dinas PUPR Kabupaten Kutai Barat bersama tim ahli.(KP36)

Komentar dinonaktifkan.