JAKARTA, Prokopim-Booth Dekranasda Kabupaten Kutai Barat (Kubar) di Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 kembali mendapat perhatian. Ketua Dekranasda Kalimantan Timur (Kaltim) Syarifah Suraidah Rudy Mas’ud mengunjungi booth tersebut, Selasa (29/9/2026).
Kedatangan Syarifah Suraidah yang akrab disapa Bunda Harum disambut Ketua Dekranasda Kubar Maria Christina Frederick Edwin melalui Sekretaris Christiana Dana Rika.
Bunda Harum bersilaturahmi sekaligus menyapa para pengurus Dekranasda Kubar. Ia juga berinteraksi dengan perajin Wastra Kriookng, Lydia Selvi, yang turut memperkenalkan kerajinan khas etnis Dayak Tunjung tersebut.
Dalam Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kabupaten Kubar mengangkat Wastra Kriookng dari etnis Dayak Tunjung sebagai salah satu produk unggulan daerah.
Tak hanya melihat produk yang dipamerkan, Bunda Harum turut mempromosikan Wastra Kriookng kepada para pengunjung. Ia mengajak masyarakat yang hadir untuk datang dan melihat langsung berbagai produk kerajinan khas Kubar di Booth Dekranasda Kubar.
Sekretaris Dekranasda Kubar Christiana Dana Rika mengapresiasi kunjungan dan dukungan Bunda Harum terhadap produk kerajinan daerah.
Menurut Christiana, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para perajin Kubar, khususnya perajin Wastra Kriookng yang terus berupaya mempertahankan warisan budaya sekaligus mengembangkan produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami sangat senang dan mengapresiasi kunjungan Bunda Harum. Beliau tidak hanya melihat produk yang kami tampilkan, tetapi juga ikut mempromosikan Wastra Kriookng kepada pengunjung,”ujar Christiana.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi semangat bagi para perajin untuk terus berinovasi, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi kekuatan utama produk kerajinan Kubar.
“Kami berharap Wastra Kriookng semakin dikenal, bukan hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga bisa terus menembus pasar mancanegara,”katanya.
Kehadiran Bunda Harum di Booth Dekranasda Kubar pun menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan kekayaan wastra khas Dayak Tunjung kepada masyarakat luas. Usai mengunjungi Booth Dekranasda Kubar, Bunda Harum kemudian melanjutkan kunjungannya ke Booth Kabupaten Berau. (KP6)

