SENDAWAR, Prokopim – Lapangan sepak bola Kampung Benangaq, Senin (5/10/2026), tak sekadar menjadi arena pertandingan. Semangat wisata dan olahraga dipadukan dalam Festival Pasir Putih sekaligus pembukaan Open Tournament Asir Cup dalam rangka HUT Kampung Benangaq ke-168.
Festival yang mengangkat tema “Berkat Sempakat Etam Pasti Rakat” tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata lokal sekaligus membuka ruang pembinaan bagi generasi muda melalui olahraga sepak bola.
Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kubar FX Sumardi, anggota DPRD Kubar, jajaran OPD di lingkungan Pemkab Kubar, Petinggi Kampung Benangaq, organisasi kepemudaan, BPK Kampung Benangaq serta unsur masyarakat, Forkompinda kecamatan kecamatan,
Nanang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengapresiasi terselenggaranya Festival Pasir Putih yang merupakan inisiatif Pemerintah Kampung Benangaq berkolaborasi dengan anggota DPRD, serta Dinas Pariwisata melalui pokok-pokok pikiran (Pokir).
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana potensi daerah dapat dikembangkan melalui kerja bersama. Terlebih, festival kali ini menyatukan dua kekuatan, yakni pariwisata dan olahraga.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kampung dan seluruh kepanitiaan yang telah menyinergikan dua potensi besar, yaitu pariwisata dan olahraga dalam gelaran festival kali ini,” ujar Nanang.
Ia menilai Festival Pasir Putih memiliki posisi strategis sebagai wadah promosi destinasi wisata lokal. Kehadiran festival tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi kreatif serta pelaku UMKM di kampung.
“Melalui festival ini, kita tidak hanya menghadirkan hiburan dan ragam pertandingan bagi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif dan UMKM lokal,” katanya.
Di sisi lain, pembukaan Open Tournament Asir Cup menjadi panggung bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan energi positif melalui sepak bola.
Nanang juga berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi semata. Lapangan hijau Kampung Benangaq diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya talenta-talenta sepak bola yang dapat membawa nama Kubar ke level yang lebih tinggi.
“Kita berharap dari rumput hijau Muara Benangaq ini lahir bibit-bibit pesepak bola potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Kutai Barat di tingkat yang lebih tinggi,” harapnya.
Pemkab Kubar, lanjut Nanang, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai festival yang digelar di wilayah Kutai Barat. Festival Pasir Putih yang untuk pertama kalinya digelar di Kampung Benangaq diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Pemkab mendorong agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memiliki kalender pelaksanaan yang jelas setiap tahun.
“Kami berharap ke depannya Festival Pasir Putih ini selalu berkesinambungan digelar,” tegasnya.
Bahkan, Pemerintah Kampung Benangaq didorong bersinergi dengan Dinas Pariwisata Kubar agar Festival Pasir Putih dapat masuk dalam Kalender Event Kabupaten Kutai Barat 2027.
Langkah tersebut dinilai penting agar festival memiliki ruang pengembangan yang lebih luas sekaligus membuka peluang memperoleh dukungan dan stimulan dari Pemkab Kubar.
Dengan perpaduan festival wisata dan turnamen sepak bola, Kampung Benangaq kini tidak hanya merayakan usia 168 tahun, tetapi juga menunjukkan bahwa potensi kampung dapat dikemas menjadi kekuatan ekonomi, olahraga, dan pariwisata daerah,”tutupnya.(KP17)

