SENDAWAR, Prokopim- Pemkab Kutai Barat (Kubar) terus memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bupati Kubar Frederick Edwin menyerahkan bantuan satu unit Rumah Layak Huni (RLH) kepada Erli Susanti, warga Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa.

Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dilakukan, saat Festival Lemang di Lapangan Sepak Bola Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Rabu (7/10/2026).

RLH tersebut merupakan bangunan baru yang bersumber dari APBD Kabupaten Kubar 2026. Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi persyaratan dan telah melalui proses verifikasi.

Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kubar Florensius Steven mengatakan, pada APBD Murni 2026 dialokasikan dua unit RLH, masing-masing satu unit di Kecamatan Muara Lawa dan Mook Manaar Bulatn (MMB). Sementara melalui APBD Perubahan 2026 kembali dialokasikan satu unit RLH di Kecamatan MMB.

“Ini merupakan usulan dari masyarakat dan aparat kampung. Kemudian prosesnya juga kita verifikasi,”kata Florensius.

Menurutnya, pemerintah kampung dan masyarakat memiliki peran penting dalam mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan. Sebab, aparat kampung dinilai lebih mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya.

Karena itu, Disperkimtan mendorong aparat kampung aktif melaporkan kondisi warga berpenghasilan rendah agar dapat didata dan diverifikasi sesuai kategori penerima bantuan.“Ini juga berkaitan dengan masyarakat miskin. Jadi harus sinergi dengan dinas lainnya. Saya kira ini bukan berdiri sendiri Disperkimtan saja,”jelasnya.

Florensius menegaskan, salah satu syarat utama penerima RLH adalah memiliki tanah yang status kepemilikannya jelas. Tanah yang akan dibangun harus milik pribadi dan tidak bermasalah.

Namun, bagi warga yang belum memiliki tanah, pemerintah tetap dapat memfasilitasi melalui pemerintah kampung, misalnya dengan penyediaan tanah yang dapat dihibahkan kepada calon penerima.

“Ada kasus seperti itu, tidak punya tanah, tapi kita fasilitasi dengan kepala kampungnya untuk mendapatkan hibah tanahnya sehingga bisa dibangun. Intinya, syarat utamanya tanah tidak bermasalah,”ujarnya.

RLH yang dibangun dilengkapi fasilitas dasar berupa kamar tidur, ruang tamu dan toilet. Desain serta konstruksi rumah menyesuaikan kondisi lahan. Untuk tanah yang miring, rumah dapat dibangun menggunakan konstruksi rumah panggung, sedangkan pada lahan datar menggunakan pondasi batu.

Florensius berharap bantuan tersebut tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan ketenangan penerima dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap warga yang menerima RLH bisa merawat dengan baik, hidup dengan bersih, tinggal dengan layak dan bisa lebih tenang dalam berusaha,”katanya.

Sementara itu, Erli Susanti menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kubar, khususnya Bupati Frederick Edwin dan Disperkimtan Kubar, serta jajaran kecamatan dan pemerintah Kampung Lambing atas bantuan tersebut.

“Karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,”ujar Erli. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.