KUTAI BARAT, PROKOPIM – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin meresmikan Museum Karya Misi Missionarii Sacratissimi Cordis (MSF) yang berada di Gereja Katolik Kristus Raja Barong Tongkok, Sabtu (17/10/2026).

Peresmian museum ditandai dengan penandatanganan prasasti, ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan sejarah panjang karya misi MSF di Kalimantan, sekaligus mengenang perjalanan pelayanan para misionaris yang telah memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar MSF atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat Kalimantan, khususnya sejak kedatangan tiga misionaris pertama di Laham, Kalimantan Timur, pada 1926.

Menurutnya, keberadaan museum tidak sekadar menghadirkan sebuah bangunan, tetapi menjadi ruang untuk menyimpan dan merawat berbagai benda bersejarah yang merekam perjalanan panjang karya misi MSF.

“Keberadaan museum ini merupakan upaya menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah yang menjadi sarana untuk mengenang perjalanan panjang karya misi MSF,” ujar Frederick.

Ia menilai museum tersebut juga menggambarkan kehidupan masyarakat Kalimantan pada masa lalu sekaligus merefleksikan besarnya pengabdian para misionaris selama satu abad, khususnya dalam pengembangan iman Katolik dan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Frederick menegaskan, karya misi MSF tidak hanya berfokus pada pelayanan keagamaan. Selama perjalanan pelayanannya, MSF turut memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat pedalaman.

“Pengabdian tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan pembangunan masyarakat di wilayah Kalimantan,” katanya.

Bupati berharap Museum Karya Misi MSF dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya dan nilai-nilai kemanusiaan.

Selain itu, museum diharapkan mampu menanamkan semangat pelayanan, kepedulian dan gotong royong serta mempererat persaudaraan umat beriman.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sangat mendukung upaya pelestarian sejarah, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter, harmonis dan beradat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Frederick Edwin juga menyampaikan ucapan selamat atas peresmian Museum Karya Misi MSF. Ia berharap karya dan pelayanan MSF terus memberikan berkat, mempererat persaudaraan serta menumbuhkan semangat pengabdian bagi sesama.

“Proficiat kepada seluruh jajaran MSF. Limpah terima kasih atas dedikasi dan dukungan memajukan Kutai Barat melalui seluruh karya misinya,” pungkasnya.

Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan beserta rombongan, Bupati Kutai Barat periode 2006–2016 Ismail Thomas bersama Ibu Lucia Mayo, jajaran DPRD, unsur Forkopimda, Sekda Kutai Barat dan Mahakam Ulu, jajaran kepala OPD, pimpinan MSF, para uskup, pastor, suster, frater, bruder, dewan paroki serta umat Katolik dan undangan lainnya.(KP36)

Komentar dinonaktifkan.