JAKARTA, Prokopim-Produk kerajinan khas Kutai Barat (Kubar) mulai mencuri perhatian pasar mancanegara. Booth Dekranasda Kubar pada Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, ramai dikunjungi pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Sejumlah pengunjung mancanegara dari Rusia, Kanada, Pakistan hingga Cina terlihat tertarik dengan beragam produk kerajinan Kubar. Tas, gelang anyaman rotan, kalung serta gelang berbahan manik-manik menjadi produk yang paling mendapat perhatian.
Sementara dari pasar dalam negeri, produk wastra tumpar, kriookng dan berbagai kerajinan anyaman rotan turut diminati pengunjung.
Ketua Dekranasda Kubar Maria Christina Frederick Edwin melalui Sekretaris Dekranasda Christiana Dana Rika mengatakan, geliat pasar tersebut menjadi peluang bagi para perajin dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus meningkatkan kualitas produk dan inovasi kreasi produk.
Menurutnya, produk kerajinan tidak cukup hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga harus memiliki nilai ekonomi dan mampu menjawab kebutuhan serta mengikuti trend yang ada.
“Artinya, jangan berpikir tentang kesukaan kita, tetapi berpikirlah tentang apa yang diminati konsumen, point of interest itu penting untuk menjadikan potensi dari suatu produk baru bisa masuk ke pasar dunia,”ujar Christiana Dana Rika, di sela-sela promosi produk kerajinan kepada pengunjung, di Booth Dekranasda Kubar Hall B Nomor 124, Kriyanusa 2026.
Ia menekankan, kemampuan membaca selera pasar menjadi salah satu kunci agar produk kerajinan lokal dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain rajin menghasilkan karya, perajin juga dituntut memiliki kreativitas, inovasi dan ketelitian. Sebab, persaingan pasar nasional hingga mancanegara tidak hanya menyangkut bentuk dan keunikan produk.
“Pasar nasional maupun dunia pasti memiliki konsekuensi persaingan, terutama dalam tiga hal, yakni kualitas, harga dan kemasan produk,”jelasnya.
Karena itu, pengembangan kerajinan Kubar perlu diarahkan tidak hanya untuk mempertahankan identitas budaya, tetapi juga memperkuat daya saing dan membuka peluang pendapatan bagi perajin serta pelaku ekonomi kreatif.
Kehadiran produk Kubar di Kriyanusa 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan karya lokal ke pasar yang lebih luas, sekaligus melihat langsung selera konsumen nasional dan mancanegara. (KP6)

