SENDAWAR, Prokopim-Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kutai Barat (Kubar) terus mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya melalui Pelatihan Kue Olahan Ikan Kekinian yang digelar di Kampung Kelumpang, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Senin (22/6/2026).
Kepala Disdagkop UKM Kubar, Uji Rinjani, mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah ikan menjadi produk yang lebih menarik, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik. Pengembangan berbagai produk kue berbahan dasar ikan tidak hanya dapat meningkatkan nilai ekonomi keluarga, tetapi juga membantu pemenuhan gizi masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting,”ujarnya saat membuka kegiatan.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Kabid Industri Manise Yohana, Pembina Industri Merry Elvinasari Mulu, Petinggi Kampung Kelumpang Ali Su, serta menghadirkan narasumber Sayoko dari Spikoe Kakek Product and Education Samarinda.
Menurut Uji, melalui pelatihan ini peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan mulai dari teknik pengolahan bahan baku, pembuatan produk, pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif.
Ia berharap hasil pelatihan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, keberadaan usaha olahan ikan di tingkat kampung juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal dan memperkuat sektor usaha mikro di daerah.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan mempraktikkan setiap materi yang diberikan. Ilmu yang diperoleh hendaknya dapat diterapkan, dikembangkan, dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun masyarakat,”tuturnya.
Melalui pelatihan tersebut, Disdagkop UKM Kubar optimistis masyarakat dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi perikanan lokal menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi di pasaran. (KP6)

