KUTAI BARAT, PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memberikan apresiasi atas peluncuran Paket Wisata Budaya Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, yang menjadi langkah strategis dalam memperkuat potensi wisata budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Paket Wisata Budaya Tanjung Isuy resmi diluncurkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra bersama Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani pada Kamis (17/9/2026), bertempat di Lamin Adat Batu Bura, Kampung Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Syukur Asih Suprojo, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, jajaran Pemkab Kubar, Forkopimcam Jempang, Petinggi Kampung Tanjung Isuy, tokoh adat, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, H. Nanang Adriani mengatakan Kutai Barat memiliki kekayaan alam dan warisan budaya yang luar biasa. Salah satu kawasan yang memiliki kekuatan budaya tersebut adalah Kampung Tanjung Isuy.

Menurutnya, Tanjung Isuy bukan hanya sebuah wilayah administratif, tetapi juga merupakan salah satu pusat kehidupan tradisi masyarakat Dayak Benuaq yang hingga kini masih terjaga. Kekayaan tersebut antara lain tercermin melalui adat istiadat, kerajinan tenun ulap doyo, berbagai kesenian dan tarian adat, serta arsitektur Lamin Dayak Benuaq.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peluncuran Paket Wisata Budaya ini yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebut peluncuran paket wisata tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi Tanjung Isuy sebagai destinasi wisata budaya, baik di tingkat Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur maupun ke tingkat yang lebih luas.

Wakil Bupati juga menilai momentum peluncuran semakin penting seiring dengan diraihnya sejumlah penghargaan oleh Kampung Tanjung Isuy, yakni anugerah Desa Budaya dari Kementerian Kebudayaan serta anugerah Desa Wisata dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Prestasi ini membuktikan bahwa potensi yang kita miliki diakui secara luas. Namun, prestasi ini jangan membuat kita cepat berpuas diri. Justru ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mempertahankan keaslian budaya yang menjadi nilai jual utama kita,” katanya.

Kepada perangkat daerah terkait, agen perjalanan dan pelaku industri kreatif, Wakil Bupati meminta agar Paket Wisata Budaya Tanjung Isuy dipromosikan secara masif dan berkelanjutan. Kolaborasi antar-pemangku kepentingan dinilai penting untuk membangun ekosistem pariwisata yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita perlu menjalin kolaborasi yang kuat agar ekosistem pariwisata di Kutai Barat terus tumbuh, berkembang, dan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan secara nyata,” tuturnya.

Lebih lanjut, kehadiran Tim Kementerian Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur disebut menjadi wujud perhatian terhadap potensi strategis Kutai Barat. Melalui sinergi pembinaan tersebut, Pemkab Kubar berharap kualitas tata kelola pariwisata, inovasi sumber daya manusia dan standardisasi destinasi dapat terus ditingkatkan.

“Harapan kita, kebudayaan tetap lestari dan pariwisata kita semakin maju sekaligus berdaya saing global,” ungkapnya.

Ia berharap momentum tersebut membawa kemajuan, berkat dan kesejahteraan bagi masyarakat Tanjung Isuy serta Kabupaten Kutai Barat.

“Paket Wisata Budaya Tanjung Isuy, dengan ini saya nyatakan resmi diluncurkan,” pungkasnya.(KP36)

Komentar dinonaktifkan.