SENDAWAR, Prokopim-Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Barat (Kubar), Kamius Junaidi, menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas mengibarkan bendera pada upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

“Paskibraka adalah simbol kedisiplinan, keteguhan hati dan jiwa patriotisme. Kalian yang berdiri di sini adalah putra-putri terbaik pilihan dari tiap sekolah di Kubar. Kalian adalah calon pemimpin masa depan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,”ujar Sekkab, saat membacakan sambutan Bupati Kubar, Frederick Edwin, pada pembukaan seleksi Paskibraka tingkat Kubar 2026, di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan, melalui proses seleksi ini para peserta akan diuji secara fisik, mental serta wawasan kebangsaan. Momentum tersebut diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang tangguh, beretika dan memiliki kecintaan mendalam terhadap tanah air.

Sekkab juga berpesan, kepada tim seleksi dan panitia agar menjalankan tugas secara objektif, transparan dan profesional. Ia menekankan pentingnya memilih peserta terbaik yang memenuhi seluruh kriteria, baik dari aspek fisik, ketahanan, kompetensi maupun mentalitas, sehingga mampu menjalankan tugas pengibaran bendera pada 17 Agustus 2026 dengan sempurna, baik di tingkat kabupaten hingga perwakilan provinsi bahkan nasional.

Sementara itu, kepada para peserta, ia mengingatkan bahwa keberanian mengikuti seleksi merupakan sebuah kemenangan tersendiri. “Bagi yang terpilih, jangan sombong. Bagi yang belum berkesempatan, jangan berkecil hati. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga ke depan,”pesannya.

Kepala Kesbangpol Kubar, Suwito, menjelaskan bahwa seleksi ini bertujuan untuk menjaring calon Paskibraka yang memiliki kualitas fisik, mental, intelektual serta kepribadian yang baik, guna menjalankan tugas pengibaran dan penurunan duplikat bendera pusaka.

Tahun 2026, jumlah pendaftar mencapai 267 siswa-siswi SMA dan SMK se-Kubar kelas X. Setelah seleksi administrasi, sebanyak 241 peserta dinyatakan lolos, terdiri dari 143 putra dan 98 putri. Jumlah ini meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Seleksi ini dimaksudkan untuk menyaring putra-putri terbaik bangsa yang memiliki disiplin, wawasan kebangsaan serta jiwa kepemimpinan yang tinggi,”jelasnya. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.