SENDAWAR, Prokopim-Upaya memperkuat Universal Health Coverage (UHC) terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama dunia usaha dan BPJS Kesehatan mengambil langkah konkret dalam memperluas dan mengaktifkan kembali kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Wakil Bupati (Wabup) Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional.
Menurutnya, program ini tidak hanya mendorong reaktivasi peserta nonaktif, tetapi juga memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Ini merupakan langkah strategis dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan secara merata,”ujar Wabup, Kick Off Pendaftaran Kepesertaan BPJS Kesehatan PBPU Kolektif oleh PT Bharinto Ekatama (BEK), di Ruang Rapat 1 Lantai 2 Kantor Bappedalitbang Kubar, Selasa (28/4/2026).
Dalam skema tersebut, PT BEK berperan aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat binaan. Sebanyak 100 warga menjadi penerima manfaat tahap awal.
Kolaborasi ini dinilai sebagai model sinergi yang efektif antara pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat pencapaian UHC, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ketiga terkait kesehatan dan kesejahteraan.
Pemerintah juga terus mendorong reaktivasi peserta PBI JK nonaktif sebagai bagian dari strategi nasional, mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, BPJS Kesehatan dan dunia usaha, diharapkan target UHC nasional dapat tercapai, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kubar, Wahyu Supriono, menekankan pentingnya kerja sama multipihak dalam menghadapi tantangan program JKN, termasuk keterbatasan anggaran dan dinamika kebutuhan layanan kesehatan.
“Sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan program JKN agar tetap memberikan layanan yang cepat, mudah dan setara bagi masyarakat,”katanya.
Ia menambahkan, perluasan kepesertaan dan peningkatan kualitas layanan harus berjalan beriringan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
Sementara itu, Wakil KTT PT BEK, Cipto Hadi Purnomo, menyatakan bahwa dukungan terhadap kepesertaan BPJS Kesehatan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Program ini difokuskan pada tiga kampung prioritas (Ring 1), yakni Bermai, Besiq dan Muara Bunyut, dengan sasaran masyarakat rentan yang membutuhkan perlindungan jaminan kesehatan.
Meski sektor pertambangan saat ini menghadapi tantangan, termasuk penyesuaian rencana kerja dan tekanan ekonomi, pihaknya menegaskan komitmen untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat. (KP6)

