KUTAI BARAT, PROKOPIM – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin secara resmi membuka Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Barat, Selasa (28/4/2026) sore, di Ruang Diklat, Kantor Bupati Kutai Barat.Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memilih ketua baru untuk melanjutkan masa bakti kepengurusan periode 2023–2028.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Timur Dr. Syahid Irwan, MM, Sekretaris PMI Provinsi Kalimantan Timur Mira Farenola, S.Hut, Kepala Markas PMI Provinsi Kalimantan Timur Rusliansyah, SE, serta jajaran pengurus PMI Kabupaten Kutai Barat selaku penyelenggara.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus atas terselenggaranya Muslub sebagai bentuk upaya menjaga keberlanjutan roda organisasi dan kepemimpinan PMI di Kutai Barat.

Menurutnya, forum tersebut sangat penting untuk menjawab kebutuhan organisasi, khususnya dalam memilih ketua baru yang akan melanjutkan masa bakti kepengurusan.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara PMI Kutai Barat dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, terutama dalam mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan, penanganan bencana, serta pelayanan donor darah bagi masyarakat.
“PMI harus terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat dibutuhkan dalam situasi darurat maupun pelayanan sosial kemanusiaan lainnya,” tegas Bupati.

Selain itu, Bupati berharap kepengurusan baru nantinya mampu lebih aktif, tanggap, dan responsif dalam menjalankan misi kemanusiaan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas. Ia juga menekankan agar Muslub berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan kepengurusan yang solid guna melanjutkan pengabdian organisasi.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mendukung program-program PMI agar berjalan optimal. Salah satu langkah yang didorong ke depan ialah pembentukan kepengurusan PMI tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga di 16 kecamatan se-Kutai Barat.

Sementara itu, Ketua Panitia H. Zulkarnain menjelaskan, Muslub dilaksanakan karena ketua sebelumnya mengundurkan diri dengan alasan kesibukan pekerjaan diuar Kutai Barat, sehingga perlu dilakukan pergantian agar roda organisasi PMI tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Ketua PMI Provinsi Kalimantan Timur Dr. Syahid Irwan menambahkan, Muslub kali ini hanya beragenda memilih ketua untuk melanjutkan periode 2023–2028. Ia berharap kepengurusan baru nantinya dapat memperkuat pembentukan PMI di tingkat kecamatan serta meningkatkan kapasitas relawan secara berjenjang.
“Relawan adalah urat nadi kemanusiaan. Karena itu perlu dibangun relawan yang tangguh serta sinergi kuat dengan pihak swasta melalui CSR perusahaan dan kemitraan bersama pemerintah,” ujarnya.

Melalui Muslub ini diharapkan PMI Kutai Barat semakin kuat sebagai organisasi kemanusiaan yang profesional, tangguh, dan siap melayani masyarakat. (KP36).

Komentar dinonaktifkan.