BALIKPAPAN, Prokopim-Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani menegaskan bahwa penghargaan dan prestasi pemerintah daerah bukanlah tujuan akhir. Hal terpenting adalah bagaimana prestasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Wabup, seusai menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan yang meliputi Kaltim, Kaltara, Kalteng, Kalsel dan Kalbar, di Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan, Kamis (3/9/2026).
Wabup mengatakan, apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harus menjadi modal bagi daerah untuk terus melakukan evaluasi, berdiskusi dan melahirkan berbagai terobosan dalam meningkatkan kinerja pemerintahan.
“Meskipun kita menyaksikan ada daerah yang menerima penghargaan dan ada juga kabupaten/kota lainnya yang belum mendapatkannya, ini menjadi modal untuk kembali melakukan diskusi-diskusi dan membuat terobosan kegiatan supaya bisa berprestasi,”ujar Wabup.
Namun, menurutnya, ukuran keberhasilan pemerintah daerah tidak semata-mata dilihat dari penghargaan yang diterima.
“Sebenarnya prestasi itu bukan akhir tujuan, tetapi manfaat daripada apa yang dilakukan. Misalnya akses dan kualitas layanan kesehatan, akses penduduk terhadap layanan pendidikan, pengelolaan sampah dan lingkungan yang asri, serta implementasi program tiga juta rumah. Itu yang mestinya kita capai,”tegasnya.
Ia mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk melakukan pembahasan secara intensif guna melihat program yang sudah berjalan maupun yang masih perlu ditingkatkan. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Wabup juga menyoroti keberlanjutan pembangunan rumah layak huni serta pengelolaan sampah di daerah. Menurutnya, kedua sektor tersebut perlu terus dievaluasi agar pelaksanaannya benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Kita lihat bagaimana keberlanjutan pembangunan rumah layak huni, targetnya berapa, kemudian pengelolaan sampah. Ini yang mau kita dalami lagi. Kalau masih ada yang kurang enak kita lihat, itu menjadi motivasi kita untuk melakukan seperti daerah lain,”katanya. (KP6)

