SENDAWAR, Prokopim-Pemkab Kutai Barat (Kubar) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka pengawasan dan pengendalian ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya di SPBU dan APMS yandi wilayah Kecamatan Barong Tongkok dan Melak, Jumat (10/4/2026)

Adapun lokasi yang menjadi sasaran sidak yakni SPBU Multi Fintya Niaga, APMS Mitra Agi, dan APMS Harkat Bersama. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga BBM tercatat relatif stabil, yaitu Pertamax Rp12.600 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Dexlite Rp14.500 per liter, dan solar subsidi Rp6.800 per liter.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga kondisi stok BBM di daerah agar tetap aman serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Selain itu, langkah ini juga selaras dengan instruksi pemerintah pusat melalui Kemendagri terkait efisiensi termasuk didalamnya tentang penggunaan BBM.

Pj Sekkab Kubar Kamius Junaidi, mengatakan bahwa pengawasan dilakukan bersama Forkopimda terus berupaya memastikan BBM di Kubar digunakan sesuai peruntukkannya serta distribusinya tetap terkendali.

“Melalui kegiatan ini, kami bersama Forkopimda memastikan BBM yang tersedia benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam pengendalian ketersediaan stok, kita juga harus membaca kondisi dan situasi di lapangan agar dampak terhadap distribusi BBM dapat dikendalikan,”ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab melalui dinas teknis akan menindaklanjuti mekanisme dan regulasi terkait pengendalian distribusi BBM serta berkoordinasi dengan BPH Migas mengenai perkembangan kuota BBM untuk wilayah Kubar.

Selain itu, pihak SPBU dan APMS diminta menyampaikan data penyaluran BBM kepada perangkat daerah (PD) teknis seperti Disdagkop UKM. Pengawasan juga akan dilakukan secara terpadu oleh Satpol PP, Disdagkop UKM, Polres, Kodim dan unsur Forkopimda lainnya dalam rangja memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tetap terkendali.

Kamius juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak dan efisien sesuai kebutuhan, baik untuk transportasi antarwilayah maupun aktivitas pertanian dan perkebunan. Pemerintah daerah juga memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan BBM bagi nelayan dan petani agar tidak mengalami hambatan dalam memperoleh BBM.

Sementara itu, Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono memastikan ketersediaan BBM di wilayah Kubar dalam kondisi aman.

“Kami sudah melakukan pengecekan bersama dan tidak ditemukan adanya kelangkaan BBM, Masyarakat tidak perlu panik atau khawatir terhadap ketersediaan BBM di wilayah Kubar,”tegasnya.

Kapolres juga mengimbau kepada pemilik SPBU dan APMS agar tetap mematuhi prosedur yang berlaku serta tidak melakukan penyelewengan maupun penimbunan BBM, karena hal tersebut dapat merugikan masyarakat,”tegasnya lagi. (KP6)

Komentar dinonaktifkan.