GORONTALO,PROKOPIM – Di sela rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Provinsi Gorontalo, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani bersama istri, Hj. Dewi Hairiah, mendapat kehormatan khusus dari Bupati Gorontalo Sopyan Puhi melalui prosesi adat penyambutan tamu kehormatan yang dikenal dengan Mopotilolo, Jumat (19/6) malam.
Prosesi adat yang berlangsung pada acara welcome party atau jamuan makan malam di Rumah Jabatan Bupati Gorontalo tersebut merupakan tradisi sakral masyarakat Gorontalo dalam menyambut pejabat negara maupun tamu agung yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah Gorontalo.
Bupati Gorontalo Sopyan Puhi menjelaskan, Mopotilolo merupakan bagian dari warisan budaya yang sarat makna penghormatan, penghargaan dan doa keselamatan bagi tamu yang datang.
“Prosesi adat Mopotilolo adalah bentuk penghormatan yang sakral dan menjadi tradisi masyarakat Gorontalo dalam menerima tamu-tamu kehormatan yang pertama kali datang ke daerah ini,” ujar Sopyan Puhi di hadapan para tamu undangan.
Selain menghadiri jamuan makan malam, Wakil Bupati Kutai Barat bersama rombongan juga diajak berkeliling menikmati keindahan kawasan Taman Limboto yang berada di sekitar rumah jabatan Bupati Gorontalo. Suasana yang asri dan penataan kawasan yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu dari berbagai daerah.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gorontalo kepada para peserta dan tamu yang hadir dalam PENAS KTNA XVII.
Menurutnya, keramahan masyarakat Gorontalo serta perhatian yang diberikan pemerintah daerah setempat mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan yang kuat dalam menyukseskan kegiatan nasional tersebut.
“Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kehormatan melalui prosesi adat Mopotilolo ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Kabupaten Gorontalo telah menunjukkan keramahan luar biasa dalam menerima tamu dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” ungkap Nanang Adriani.
Ia juga memuji semarak penyelenggaraan PENAS KTNA XVII yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para petani dan nelayan Indonesia, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi daerah Gorontalo kepada para peserta dari seluruh Nusantara.
“Suasana yang ramai, tertib dan penuh keakraban menunjukkan kesiapan tuan rumah dalam menyambut ribuan peserta. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri dan semoga pelaksanaan PENAS KTNA XVII berjalan sukses serta memberikan manfaat bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan Indonesia,” tambahnya.
Penyelenggaraan PENAS KTNA XVII di Gorontalo menjadi momentum penting mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan ketahanan pangan nasional. Sambutan adat Mopotilolo yang diterima Wakil Bupati Kutai Barat beserta istri menjadi simbol eratnya persaudaraan dan penghormatan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Gorontalo.(KP36)

