GORONTALO,PROKOPIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dengan mengirimkan sebanyak 78 orang kontingen untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Provinsi Gorontalo. Keikutsertaan ini diharapkan menjadi momentum bagi para petani dan pelaku usaha pertanian untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta mempelajari berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang dapat diterapkan di Tanaa Purai Ngeriman.
Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani yang turut hadir bersama istri dalam kegiatan tersebut berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin.
“PENAS ini merupakan ajang yang sangat baik untuk belajar. Ambil ilmunya, pelajari teknologi yang ditampilkan dalam gelar teknologi pertanian, kemudian ketika kembali ke Kutai Barat dapat diterapkan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pesan Wabup.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Stepanus A. Samson, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Barat secara konsisten dan rutin mengirimkan petani, penyuluh, pelaku usaha pertanian, serta unsur pendamping dalam setiap pelaksanaan PENAS. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian agar semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.
“PENAS merupakan ajang pertemuan terbesar petani dan nelayan dari seluruh Indonesia yang mempertemukan pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian dalam satu wadah pembelajaran dan pengembangan kapasitas. Di sini para petani dapat saling bertukar pengalaman, berbagi praktik terbaik, serta mempelajari berbagai inovasi dan teknologi yang telah berhasil diterapkan di daerah lain,” ungkap Kadis.
Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM pertanian menjadi fokus utama karena petani saat ini tidak hanya dituntut mampu berproduksi, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar.
Selain itu, PENAS juga menjadi sarana penting dalam memperluas jejaring dan kemitraan. Para petani dan pelaku usaha dapat membangun hubungan dengan petani dari berbagai provinsi, akademisi, pemerintah, dunia usaha, hingga investor yang dapat membuka akses informasi, teknologi, pasar, serta peluang kerja sama untuk mendukung pengembangan pertanian di Kabupaten Kutai Barat.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat sekaligus Ketua Kontingen Kabupaten Kutai Barat, Rosa Ngeruk, menjelaskan bahwa dari total 78 peserta yang berangkat ke Gorontalo terdiri dari 31 peserta utama, 14 orang pendamping, dan 33 orang peninjau.
Peserta utama berasal dari berbagai unsur pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, yakni Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), pengolah hasil pertanian, Duta Petani Milenial, serta PERHIPTANI. Sedangkan para pendamping berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat yang bertugas memfasilitasi dan memastikan seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan baik.
Adapun peserta peninjau terdiri dari Wakil Bupati Kutai Barat beserta istri, pejabat Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, serta Badan Perencanaan Daerah.
Rombongan peserta utama dan pendamping telah berangkat dari Kutai Barat pada 14 Juni 2026 melalui jalur darat dan laut, dan dijadwalkan kembali pada 22 Juni 2026. Selama mengikuti PENAS XVII, para peserta menempati empat rumah warga di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
“Pemondokan bersama masyarakat merupakan salah satu ciri khas PENAS yang memberi kesempatan kepada peserta untuk menjalin kebersamaan dan mempererat hubungan kekeluargaan dengan masyarakat setempat,” jelas Rosa.
Selama pelaksanaan PENAS XVII, kontingen Kutai Barat mengikuti berbagai kegiatan strategis, di antaranya Rembug KTNA Nasional, upacara pembukaan, temu wicara dengan pejabat negara, temu teknologi pada lokasi gelar teknologi, temu usaha agribisnis, peternakan dan perkebunan, temu profesi PERHIPTANI, Duta Petani Milenial, serta berbagai forum diskusi, pameran dan demonstrasi teknologi.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan sektor pertaniannya, menambah wawasan mengenai teknologi pertanian terkini, sekaligus membangun jejaring dengan petani, penyuluh, akademisi, pelaku usaha dan pemerintah dari seluruh Indonesia.
Selain mengikuti kegiatan utama, Kabupaten Kutai Barat juga mendapat kehormatan mewakili Provinsi Kalimantan Timur dalam lomba Gita Nusantara pada ajang PENAS XVII. Pada kesempatan tersebut, Kutai Barat mengikuti cabang lomba paduan suara dan solo vokal yang telah dipersiapkan sejak awal tahun melalui latihan secara terjadwal.
“Kami optimis seluruh peserta akan memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Kutai Barat serta Provinsi Kalimantan Timur di tingkat nasional. Lebih dari itu, kami ingin menunjukkan semangat, kekompakan, serta budaya masyarakat Kutai Barat kepada seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Rosa.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik sehingga para peserta memperoleh pengalaman, ilmu, dan jaringan yang bermanfaat bagi pengembangan sektor pertanian daerah.
“Kami optimis keikutsertaan Kabupaten Kutai Barat dalam PENAS XVII akan memberikan manfaat besar bagi pembangunan sektor pertanian. Dengan SDM yang semakin berkualitas, inovatif, dan memiliki jejaring yang luas, pertanian Kutai Barat diharapkan semakin maju, mandiri, dan menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan Masyarakat,Pungkasnya.(KP36)

