SENDAWAR, Prokopim-Festival Danau Kelumpang 2026, tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan olahraga prestasi di air, tetapi juga didorong menjadi motor penggerak ekonomi lokal serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Hal tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin saat membuka Festival Danau Kelumpang 2026 di Kampung Kelumpang, Kecamatan Mook Manaar Bulatn (MMB), Jumat (18/9/2026).
Menurut Frederick, festival yang mengangkat potensi budaya dan olahraga air tersebut memiliki nilai penting karena memadukan tradisi, kreativitas masyarakat dan potensi ekonomi lokal.
“Festival ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal untuk menambah pendapatan. Salah satunya melalui penguatan peran BUMKamp dan UMKM di wilayah ini,”ujarnya.
Ia berharap Festival Danau Kelumpang ke depan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kubar yang mendatangkan wisatawan dari dalam maupun luar daerah.
Dengan demikian, keberadaan festival tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Momentum festival juga dinilai menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman dan potensi khas yang dimiliki masing-masing kampung di Kubar kepada masyarakat luas.
“Setiap kampung memiliki potensi dan ciri khas masing-masing. Festival seperti ini menjadi wadah untuk menunjukkan keberagaman dan kekayaan budaya yang kita miliki,”katanya.
Di sela kegiatan, pemerintah juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, khususnya bagi warga yang mengikuti dan menyaksikan rangkaian festival.
Frederick turut memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kubar, Pemerintah Kampung Kelumpang dan seluruh panitia yang telah menginisiasi serta konsisten menyelenggarakan Festival Danau Kelumpang setiap tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kubar Sumardi mengatakan, pihaknya menargetkan Festival Danau Kelumpang dapat masuk dalam kalender event nasional pada tahun mendatang.
Menurutnya, Kelumpang memiliki keunikan geografis dan sosial budaya yang menjadi modal penting untuk pengembangan festival. Wilayah tersebut memiliki karakter sebagai kawasan bahari dengan masyarakat yang heterogen, kekayaan budaya, serta potensi sumber daya ikan yang melimpah.
“Setiap pelaksanaan Festival Danau Kelumpang selalu dihadiri kabupaten dari luar Kubar. Pada 2025 lalu, kegiatan ini dihadiri Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara,”ungkapnya.
Sumardi berharap festival tersebut terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat, khususnya dalam peningkatan aktivitas UMKM lokal.
Petinggi Kampung Kelumpang M. Ali Syubhan menambahkan, Festival Danau Kelumpang tahun ini mengangkat tiga kreativitas utama, yakni budaya, tarian dan olahraga.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi Kampung Kelumpang kepada masyarakat luas,”katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Asisten II Sekkab Kubar Suwito, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Suhardi, Staf Ahli Bupati Bidang Masyarakat dan SDM Rustam, Kepala DPMTSP Philip Silitonga, Kepala Dissos Adolfus Edhardus Pontus, Plt Kepala Disnaker Welsi.
Kemudian Kepala Disdikbud Kamius Junaidi, Kepala Satpol PP Yustinus Giri, Kepala Diskominfo Yuli Permata Mora, Sekretaris Disdukcapil Ayanlia, unsur Forkopimda serta Camat Mook Manaar Bulatn Pit Anugerah Arruan Pasilong. (KP6)

