SENDAWAR, Prokopim-Menjaga kerukunan di tengah keberagaman tidak cukup hanya dengan slogan. Komunikasi dan kolaborasi antara pemimpin gereja dan pemimpin adat dinilai menjadi kekuatan penting untuk menjaga harmoni sosial di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kabupaten Kubar Tahun 2026 yang dirangkai dengan dialog bertema “Sinergi Gereja dengan Pemimpin Adat dalam Menjaga Harmoni Sosial dan Iman di Kabupaten Kubar”, yang digelar oleh Badan Kesbangpol, di Ballroom Hotel Nici, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, Senin (28/9/2026)
Bupati Kubar Frederick Edwin menegaskan, gereja dan lembaga adat merupakan dua pilar penting dalam membentuk nilai, moral, sekaligus perilaku masyarakat. Karena itu, hubungan keduanya perlu terus diperkuat agar mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Sinergi antara pemimpin gereja dan pemimpin adat sangat penting untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat,”tegasnya.
Menurut Frederick, dialog antara gereja dan pemimpin adat tidak boleh berhenti sebatas forum pertemuan. Hasil komunikasi tersebut harus diterjemahkan dalam langkah nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia mendorong lahirnya berbagai kegiatan kolaboratif, mulai dari bakti sosial lintas komunitas, edukasi mengenai bahaya penyakit masyarakat, perlindungan hutan dan lingkungan adat, hingga pembinaan generasi muda.
“Nilai-nilai ajaran keagamaan dan kearifan lokal harus dapat berjalan berdampingan dan saling memperkuat, khususnya dalam penyelesaian konflik, menjaga lingkungan, serta membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis,”ujarnya.
Lanjut Frederick, Menurutnya, forum BAMAGNAS dapat menjadi ruang komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah, gereja dan lembaga adat, serta Pemkab Kubar akan terus memberikan dukungan terhadap upaya memperkuat sinergi tersebut.
Dengan komunikasi yang terbuka dan inklusif, setiap persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat direspons secara bersama-sama dengan mengedepankan nilai keagamaan, adat istiadat, musyawarah dan semangat kekeluargaan.
“Forum ini saya harapkan menjadi wadah komunikasi yang berkelanjutan, sehingga setiap dinamika dan persoalan sosial yang muncul di Kabupaten Kubar dapat direspons secara bersama-sama,”katanya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat mempertahankan Kubar sebagai daerah yang rukun, aman dan harmonis. Dan sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju “Kubar yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata dan Beradat.”
Di penghujung kegiatan, Bupati Kubar secara resmi membuka Sosialisasi BAMAGNAS Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan, tetapi juga semakin memperkokoh persaudaraan dan keharmonisan seluruh masyarakat Kubar.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan semakin memperkuat persaudaraan serta keharmonisan seluruh masyarakat Kabupaten Kubar,”pungkasnya.
Kegiatan tersebut, selain dihadiri Bupati Kubar Frederick Edwin, juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kubar, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat Barong Tongkok dan lurah Barong Tongkok.
Turut hadir Ketua Presidium Dewan Adat Kabupaten Kubar, Ketua BAMAGNAS Kabupaten Kubar, narasumber Pdt. Rusmanto, S.Th selaku Wakil Sekretaris BAMAGNAS Kubar, para pendeta dan gembala denominasi gereja se-Kubar, para pengurus adat, serta panitia penyelenggara.
(KP17)
