SENDAWAR, Prokopim-Kreativitas mengolah pangan lokal mengantarkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kutai Barat (Kubar) menjadi juara pertama lomba kuliner tradisional, kreasi tumpeng nusantara yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kubar.

DPUPR meraih nilai tertinggi 2.245 dengan nomor meja 8. Lomba berlangsung di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar, Kamis (8/10/2026).

Ketua DWP Kubar Yosepha Yolanda Erik Victory mengatakan, lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi mengolah dan menyajikan makanan. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan sekaligus menumbuhkan kreativitas anggota.

“Sekaligus mendorong kita untuk lebih mengenal dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di daerah kita,”kata Yosepha.

Dalam lomba tersebut, Dinas Pertanian meraih juara kedua dengan nilai 2.222 dan nomor meja 4. Posisi ketiga diraih Bhayangkari Polres Kubar dengan nilai 2.212 dan nomor meja 6.

Sementara juara harapan pertama diraih Dinas Perkimtan dengan nilai 2.171, disusul Diskominfo sebagai juara harapan kedua dengan nilai 2.145. Juara harapan ketiga diraih TP PKK Kubar dengan nilai 2.130.

Yosepha menambahkan, pemilihan ikan gabus atau haruan sebagai bahan dasar memiliki makna tersendiri. Ikan tersebut merupakan salah satu sumber pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kalimantan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi aneka olahan yang bergizi, bernilai ekonomi serta memiliki cita rasa khas daerah.

Menurutnya, melalui kreativitas para ibu, bahan pangan lokal dapat disulap menjadi sajian yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai estetika dan nilai jual.

“Hal ini sejalan dengan semangat DWP dalam mendorong peningkatan keterampilan, kemandirian dan ketahanan ekonomi anggota serta keluarga,”ujarnya.

Pemberdayaan ekonomi dan pengembangan keterampilan anggota, lanjut dia, menjadi bagian penting arah organisasi DWP dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Ia berharap kreativitas yang lahir dari kegiatan tersebut terus dikembangkan menjadi ide-ide kreatif dan produktif. Bahkan, jika memungkinkan, dapat menjadi peluang usaha bagi anggota DWP. (KP6)

 

 

 

Komentar dinonaktifkan.